Produsen Otomotif Tangguhkan Produksi dan Ekspor

Sejumlah mobil ditampilkan di showroom Nasmoco Janti, Selasa (24/4/2018). - Harian Jogja/Rheisnayu Cyntara
14 April 2020 19:47 WIB Dionisio Damara Otomotif Share :

Harianjogja.com, JAKARTA—Guna mendukung penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dalam menekan penyebaran virus Corona, sejumlah perusahaan otomotif mengeluarkan kebijakan baru seperti menghentikan aktivitas ekspor dan produksi sementara waktu.  

PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) misalnya. Perusahaan ini menghentikan aktivitas ekspor dan produksi pabrik selama lima hari guna menyukseskan PSBB. Direktur Administrasi, Korporasi, dan Hubungan Eksternal TMMIN Bob Azam menyatakan langkah itu dilakukan terhitung pada 13 April hingga 17 April 2020. "Aktivitas ekspor masih berjalan, tetapi selama lima hari kami setop dulu," ujar Bob saat dihubungi Jaringan Informasi Bisnis Indonesia (JIBI), Senin (13/4).

Bob mengatakan penutupan pabrik bertujuan mengantisipasi penurunan permintaan dalam negeri dan ekspor hingga kondisi pasokan komponen. Toyota juga memastikan untuk melindungi karyawan dan pemangku kepentingan, serta upaya dan arahan pemerintah untuk mengatasi wabah Covid-19.

"Kami selalu memastikan semua kegiatan penyesuaian aktivitas di TMMIN selalu mendapatkan persetujuan dari otoritas nasional dan lokal," tuturnya.

Bob menjelaskan keputusan pembukaan kembali pabrik Toyota akan ditetapkan sesuai dengan kondisi di lapangan agar tetap memenuhi kebutuhan pelanggan dan ekspor. "Selanjutnya, sambil berjalan, kami akan terus memantau perkembangan situasi, termasuk kemungkinan untuk segera kembali memproduksi ketika ada pembaruan tentang kondisi pasokan dan permintaan pelanggan," ujarnya.

TMMIN memastikan pelaksanaan seluruh aktivitas perusahaan selama pemberlakuan PSBB akan sesuai dengan peraturan yang berlaku.  

Pasokan Tak Terprediksi

PT Astra Daihatsu Motor (ADM) belum dapat memproyeksikan kinerja pasokan pabrik ke dealer pada April 2020 lantaran pengehentian sementara produksi pabrik. Marketing and CR Division Head Astra International Tbk-Daihatsu Sales Operation (AI-DSO) Hendrayadi Lastiyoso mengatakan perusahaan masih kesulitan membuat proyeksi terkait dengan pasokan pabrik ke dealer pada bulan ini.

"Mengingat dengan tiba-tiba adanya penghentian sementara produksi dari 10 April-17 April, sedangkan untuk waktu kelanjutan produksi berikutnya belum diputuskan kembali per hari ini," ujarnya saat dihubungi JIBI.

Menurutnya, Daihatsu masih terus memonitor situasi dan kondisi pada pekan ini dan akan memutuskan keberlanjutan produksi pabrik pada pekan depan. ADM diketahui menghentikan sementara produksi mereka guna mendukung kebijakan pemerintah tentang PSBB selama sepekan.

Seluruh gerai dan bengkel resmi di Jakarta juga diputuskan untuk tidak beroperasi sementara, mulai dari 10 April 2020-24 April 2020. Keputusan pembukaan kembali pabrik Daihatsu akan ditetapkan menyesuaikan kondisi di lapangan agar tetap memenuhi kebutuhan pelanggan, khususnya ekspor.

Head of Investor Relations Astra International Tira Ardianti mengatakan penghentian sementara produksi Daihatsu tidak akan memengaruhi pasokan di dealer. Dia memperkirakan stok di dealer dari sisa pengiriman produksi bulan lalu masih mencukupi kebutuhan.Sementara itu, tingkat produktivitas ADM pada Maret juga dinilai masih terjaga di level normal, meski mulai memberlakukan kerja dari rumah.  

Aktivitas Ekspor

PT Honda Prospect Motor (HPM) memutuskan untuk tetap menjalankan kegiatan operasional yang berkaitan dengan ekspor setelah Kementerian Perindustrian memberikan izin operasi pabrik. Yusak Billy, Business Innovation and Marketing & Sales Director PT Honda Prospect Motor (HPM), mengatakan berdasarkan surat dari Kemenperin, HPM diberikan izin untuk menjalankan kegiatan sebagai industri yang memerlukan keberlanjutan. "Karena itu, kami masih melakukan aktivitas, terutama yang berkaitan dengan ekspor serta operasi nasional," ujarnya kepada JIBI.

Dia menyatakan kegiatan operasional dilakukan dengan memperhatikan ketentuan mengenai meminimalkan jumlah karyawan yang bekerja di kantor dan langkah kesehatan lainnya sesuai dengan peraturan yang berlaku. "Dan karena permintaan pasar yang menurun, saat ini kami telah menyesuaikan produksi untuk menjaga pasokan dan level stok di dealer tetap dalam kondisi sehat," tuturnya.

Sebelumnya, Kemenperin melalui Surat Edaran No.4/2020 mengenai Pelaksanaan Operasional Pabrik dalam Masa Kedaruratan Kesehatan Masyarakat Coronavirus Disease 2019, menyatakan perusahaan industri diberikan izin untuk menjalankan kegiatan usahanya. Namun, pelaksanaan kegiatan tersebut juga wajib memenuhi ketentuan protokol pencegahan Covid-19 yang harus dijalankan oleh perusahaan industri maupun para pekerja.

Menurut Billy, HPM akan terus memantau kondisi pasar yang berubah begitu cepat di tengah masa krisis karena virus Corona. Dia pun mengemukakan bahwa perusahaan akan meninjau semua opsi berdasarkan perkembangan terakhir.

Sumber : Bisnis Indonesia