Malaise Pasar Otomotif Diprediksi Berlanjut ke April

Deretan mobil baru di terminal mobil, di Pelabuhan Tanjung Priok. - JIBI/Nurul Hidayat
07 April 2020 22:27 WIB Dionisio Damara Otomotif Share :

 Harianjogja.com, JAKARTA—Malaise atau lesunya pasar otomotif nasional pada Maret tahun ini diprediksi berlanjut ke April. Situasi ini terjadi karena ketidakpastian yang ditimbulkan virus Corona (Covid-19).

Terbatasnya aktivitas publik yang dipicu pandemi Corona di Indonesia setidaknya membuat kinerja penjualan ritel dari PT Toyota Astra Motor (TAM) dan PT Honda Prospect Motor (HPM) melambat.

Pada Maret 2020, TAM mengalami perlambatan 37,9%, sementara Honda menurun 29,7% secara tahunan. Perincianya, Toyota membukukan penjualan 17.743 unit, sedangkan Honda sebanyak 10.657 unit sepanjang Maret.

Direktur Marketing TAM, Anton Jimmy Suwandi, mengatakan penurunan kinerja penjualan akibat kelesuan pasar otomotif akan berlanjut ke April. "Prediksi kami karena dampak virus Corona, penjualan pada April akan kembali mengalami penurunan dibandingkan dengan capaian Maret," ujar Anton saat dihubungi Jaringan Informasi Bisnis Indonesia (JIBI), Senin (6/4), di Jakarta.

Kendati demikian, Anton belum dapat menyebutkan besaran penurunan yang akan terjadi pada April. Namun pertumbuhan pada Maret melambat 25,7% dibandingkan Februari yang mencatatkan penjualan retail sebanyak 23.884 unit. Total, Toyota telah membukukan 66.555 unit mobil pada kuartal pertama tahun ini.

Menangguhkan Produksi

Sementara dampak dari virus Corona di Tanah Air telah memaksa HPM dan PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) untuk menangguhkan sementara kegiatan produksinya. Keduanya berencana menghentikan aktivitas pabrikan selama dua pekan yang dimulai pada 13 April. Khusus HPM, situasi ini akan berlangsung selama dua pekan.

HPM akan menghentikan aktivitas pabrikan di Karawang, Jawa Barat, yang memiliki kapasitas mencapai 200.000 unit per tahun. Sementara SIS bakal menangguhkan tiga pabriknya di Cakung, Tambun, dan Cikarang.

HPM memperkirakan dampak dari penangguhan sementara itu akan berimbas terhadap sekitar 7.000 unit mobil yang diproduksi untuk pasar domestik. Namun, HPM juga memastikan pasokan untuk pasar ekspor tetap terjaga. "Kami juga terus memonitor permintaan di pasar untuk mempersiapkan strategi yang tepat dalam menjalankan aktivitas produksi di bulan-bulan mendatang," ucap Business Innovation and Marketing & Sales Director HPM Yusak Billy.

Billy menyatakan selama periode tersebut, hanya lini produksi yang berhenti beroperasi. Kegiatan operasional di pabrik dan kantor pusat tetap berjalan sesuai dengan aturan pemerintah. Billy memastikan penyesuaian produksi tidak berdampak pada pengurangan karyawan di pabrik HPM. Karyawan akan tetap menerima gaji pokok secara penuh dan tunjangan sesuai ketentuan yang berlaku.

Selain penghentian produksi, pandemi virus Corona juga memukul kinerja penjualan HPM pada Maret 2020, yang turun 10,58 persen dibandingkan Februari 2020. Saat ini, produksi HPM dilakukan di pabrik yang terletak di Karawang, Jawa Barat, dengan kapasitas mencapai 200.000 unit per tahun. Di pabrik inilah model Honda Brio, Mobilio, BR-V, HR-V, CR-V dan Honda Jazz dibuat.

President Director PT Suzuki Indomobil Motor/PT Suzuki Indomobil Sales Seiji Itayama menyampaikan kesehatan seluruh elemem perusahaan adalah prioritas saat ini. "Untuk alasan tersebut, Suzuki akan menghentikan sementara kegiatan produksi di pabrik sebagai salah satu upaya melindungi karyawan," ujarnya, Kamis (2/4).

Sumber : Bisnis Indonesia