Penjualan Avanza Masih Paling Laris

Model berpose saat peluncuran New Avanza dan New Veloz di Jakarta, Selasa (15/1/2019). - Bisnis/Abdullah Azzam
02 Oktober 2019 11:37 WIB Thomas Mola Otomotif Share :

Harianjogja.com, JAKARTA – Penjuakan New Avanza masih mampu tumbuh positif dan mengasapi model lainnya, di tengah perlambatan pasar otomotif dan segmen kendaraan multiguna kecil. Xpander masih menjadi saingan terdekat sebagai model terlaris untuk kendaraan multiguna.

Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mencatat terdapat sembilan model low multi purpose vehicle (LMPV) yang dipasarkan di Tanah Air. Penjualan wholesales kendaraan paling populer di Tanah Air itu sepanjang Januari-Agustus 2019 sebanyak 157.463 unit.

Angka itu turun 10,56% dibandingkan dengan periode yang sama 2018 yang sejumlah 176.060 unit. Model terlaris masih dipegang oleh Toyota Avanza yang terus ditempel oleh Mitsubishi Xpander yang mulai sedikit landai. 

New Avanza tercatat mampu dikirimkan ke dealer sebanyak 55.680 unit, tumbuh 6,2% dibandingkan periode Januari-Agustus 2018. Penjualan positif Avanza itu berbanding terbalik dengan model dari merek lain yang justru tertekan.

Penjualan Mitsubishi Xpander misalnya sepanjang Januari-Agustus 2019, tercatat sebanyak 43.788 unit, melambat hampir 20%. Perlambatan penjualan juga dialami Daihatsu Xenia, Suzuki Ertiga hingga Wuling Confero yang rerata anjlok hingga di atas 20%.

Executive General Manager PT Toyota-Astra Motor (TAM) Fransiscus Soerjopranoto mengatakan Avanza memiliki citra positif sebagai “kuda beban” yang kini tampil lebih modern dengan fitur yang lebih maju. Penyegaran produk pada awal tahun menjadi salah satu daya tarik bagi konsumen.

“Penyegaran Avanza menarik buat konsumen karena sudah waktunya untuk pergantian setelah 3-4 tahun. Jadi ada model baru dengan tampilan eksterior lampu LED dengan interior dan fitur entertaiment menarik juga,” ujarnya,  Selasa (1/10/2019).

Soerjo menjelaskan salah satu kekuatan sekaligus yang membedakan dengan merek lain ialah varian Avanza 1.3 L. Varian ini membantu mengangkat citra positif Avanza sebagai kendaraan fungsional tetapi tetap kuat di mata konsumen.

Dari Gaikindo, Avanza 1.3L terdata menjadi penyumbang volume terbesar penjualan Avanza karena banyaknya varian yang ditawarkan pada mesin 1.3L. Adapun, kontribusi model Avanza 1.5 L terhadap total penjualan Avaza pada Januari-Agustus 2019 hanya sebesar 26,4% atau setara dengan 14.672 unit.

“Fokus Avanza masih di 1.3L. Jadi, sangat jelas bedanya dan jelas image Avanza sebagai kendaraan fungsional tetap kuat di konsumen,” ujarnya.

Selain Toyota Avanza , sejauh ini hanya Daihatsu Xenia yang memiliki varian 1.3L. Sayangnya, penjualan kembaran Avanza ini justru tertekan dengan total raihan penjualan Xenia sebanyak 14.431 unit, sedangkan pada Januari-Agustus 2018 sebanyak 20.084 unit.

Xpander menjadi penyumbang volume terbesar bagi Mitsubishi Motors. Dengan penjualan sebanyak 43.788 unit pada Januari-Agustus, Xpander berkontribusi sebesar 52,6% terhadap total penjualan Mitsubishi Motors yang sebanyak 83.209 unit. Xpander juga menjadi salah satu produk andalan Mitsubishi yang diekspor.

Salah satu tantangan utama Xpander ialah mengedukasi konsumen untuk memahami total cost ownership (TCO). Pasalnya, harga Xpander tergolong lebih tinggi dibandingkan model LMPV lainnya tetapi diklaim memiliki biaya perawatan yang lebih murah dibandingkan merek lain berkat paket purnajual yang ditawarkan.

Sumber : Bisnis.com