Penjualan Mobil Niaga Suzuki Kembali Baik

Sokon Supercab di Giicomvec 2018. - Bisnis.com/Fatkhul Maskur
09 April 2019 07:17 WIB Herlambang Jati Kusumo Otomotif Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Penjualan mobil niaga pada awal tahun sempat mengalami penurunan. Namun mulai Februari hingga Maret penjualan mulai saat ini dinilai kembali normal. 

General Manager PT Sumber Baru Mobil, Rizki Indriananta mengatakan penjualan saat ini masih baik, walaupun pada Januari sempat menurun. “Memang nomor satu market sell pickup apalagi secara nasional Jogja, Kedu, Bayumas masih perkasa. Memang kemarin Januari sempat ada penurunan karena kan barangnya sempat inden, tetapi Februari Maret [sudah] banyak lagi,” ucap Rizki, kepada Harian Jogja, Senin (8/4).

Ia mengatakan pada awal tahun memang sempat mengalami penurunan penjualan, karena sedang menyiapkan barang-barang sehingga yang ingin membeli harus menunggu.

“Sebenarnya kalau UMKM [usaha mikro kecil menengah] bergerak, pembelian mobil niaga masih baik. Butuhnya kan biasa untuk operasional dan usaha. Apalagi banyak dipakai tambang, sayuran, mebel. Sudah melekat lah produk kita di masyarakat,” ucapnya.

Sementara itu masuk tahun politik sendiri, diungkapkannya tidak berpengaruh terhadap penjualan. Penjualan diprediksi akan meningkat saat masuk Ramadan atau Lebaran. Dalam satu tahun, Rizki mengungkapkan rata-rata penjualan kendaraan niaga mencapai 200 unit.

Dilansir dari Jaringan Informasi Bisnis Indonesia (JIBI) Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mencatat pasar pikap dalam dua bulan pertama tahun ini mencapai 24.149 unit. Jumlah tersebut turun 5,3% dari periode yang sama tahun lalu yang mencapai 25.512 unit.

Ketua 1 Gaikindo Jongkie D. Sugiarto mengatakan kesulitan untuk mengetahui secara pasti penurunan pasar pikap pada periode tersebut. “Agak susah untuk membuat komentar dari [penjualan] bulan ke bulan karena kami tidak tahu apakah memang pasar yang turun atau ada kesulitan produksi atau delivery,” ujarnya.

Namun, secara umum Gaikindo memprediksi selama infrastruktrur terus berkembang maka secara otomatis segmen kendaraan niaga akan terdorong untuk berkembang juga. Hanya, Jongkie memprediksi pasar kendaraan niaga secara umum akan sama seperti tahun lalu.