Bisnis Otomotif Diprediksi Tak Terpengaruh Politik, Ini Alasannya

Ilustrasi mobil sedan - Bisnis Indonesia/Alby Albahi
13 Maret 2019 09:37 WIB Kusnul Isti Qomah Otomotif Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—2019 Disebut sebagai tahun politik lantaran adanya agenda besar politik yakni Pilpres dan Pileg. Tahun politik kerap dihubungkan dengan kondisi ekonomi yang lesu. Namun, hal itu rupanya dinilai tidak akan terjadi di dunia otomotif lantaran para pelaku usaha optimistis penjualan otomotif akan tetap terkerek.

Masato Nakamura, Head of Datsun Indonesia mengungkapkan ia optimistis pasar otomotif di Indonesia tetap tumbuh. Kondisi pasar yang potensial membuat penjualan tidak akan terlalu dipengaruhi agenda politik. "Setelah pemilu kami harapkan penjualan akan naik. Karena itu, saat ini kami mengenalkan produk Datsun GO+ Panca dengan X-TRONIC CVT," kata dia pekan lalu.

Head of Sales & Marketing Region II Departmet PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) Amiruddin mengungkapkan secara umum kondisi makroekonomi dipengaruhi stabilitas politik. Namun, pasar otomotif khususnya penjualan Mitusbishi diyakini akan tumbuh pada 2019. "Proyeksi penjualan kami pada 2019 ini bisa mencapai 150.000 unit. Pada 2018, angka prediksi kami 140.000 unit dan itu tercapai," kata dia.

Menurutnya, target pada 2019 akan tercapai. Jika dilihat, masa kampanye dimulai, tetapi penjualan kendaraan pada masa kampanye tidak menunjukkan adanya penurunan drastis. Ekspektasi MMKSI, agenda politik bisa berlangsung dengan lancar dan baik sehingga tidak berpengaruh pada kondisi ekonomi yang ada. Kelancaran politik diharapkan bisa mendongkrak volume penjualan sehingga bisa mencapai target yang ditetapkan.

Ia mengatakan pada pilpres sebelumnya, kondisi ekonomi juga terpengaruh pilpres. Biasanya para pengusaha akan menunggu dan melihat. Namun, pada kondisi saat ini pada penjualan Januari tahun ini dibandingkan Januari tahun lalu menunjukkan peningkatan. Pasar menunjukkan pertumbuhan sekitar 5% hingga 7%.

"Ini yang menjadikan optimisme kami. Kalau dilihat kondisi market, atau tiga bulan terakhi juga masih stabil. Kondisi politik ini diharapkan masih kondusif sampai bulan-bulan berikutnya," ungkap dia.

 Pola Pikir

Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menilai hal itu terjadi karena pola pikir masyarakat yang meyakini tahun politik memang membuat bisnis seret. Pola pikir itulah yang harus diubah oleh semua pelaku bisnis termasuk bisnis otomotif.

Sekretaris Umum Gaikindo Kukuh Kumara pernah mengungkapkan para pelaku bisnis tidak boleh diteror oleh isu-isu tahun politik. "Karena kita harus tetap tumbuh. Politik [ya] politik, tetapi ekonomi, usaha, tetap harus berjalan. Jangan terus karena tahun politik, terus jualannya dikurangi," ujar dia.

Kukuh mengatakan pola pikir itu harus diubah karena industri otomotif Tanah Air harus bersaing dengan luar negeri, selain bersaing di dalam negeri. Menurutnya, industri otomotif Tanah Air harus dibenahi agar bisa bersaing dengan negara tetangga seperti Malaysia, Thailand  dan Filipina.