Otomotif Dominasi Pasar Pembiayaan

Ilustrasi mobil sedan - Bisnis Indonesia/Alby Albahi
27 Februari 2019 09:30 WIB Kusnul Isti Qomah Otomotif Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Pembiayaan otomotif masih menjadi tulang punggung dalam bisnis pembiayaan. Hal itu pula yang dirasakan Adira Finance. Pembiayaan otomotif memiliki porsi besar. 

Kepala Wilayah Area Jawa Tengah Adira Finance Irfan Budianto menyebutkan pada 2018 pembiayaan Adira Finance menunjukkan pertumbuhan yang menggembirakan. Pada 2018 pembiayaan Adira Finance yang masuk wilayah Jawa Tengah termasuk DIY di dalamya sebesar 17%. "Otomotif perkembangannya cukup besar sehingga mendorong pertumbuhan. Selain itu, ada proyek pembangunan yang besar," ujar dia, Rabu (20/2).

 Ia mengatakan banyak nasabah yang mengambil pembiayaan untuk sepeda motor. Persentase pun paling besar yakni 75%, sedangkan pembiayaan mobil 12%, sisanya untuk pembiayaan lainnya. Head of Sales Service and Distribution Yogyakarta 1 Adira Finance Agus Budi Harianto mengamini hal itu. Kondisi serupa ditunjukkan di DIY. "Pertumbuhan bisnis 2018 cukup bagus dan ditargetkan semakin bagus tahun ini. Pendukungnya roda dua untuk 2018. Tahun ini juga diharapkan naik," kata dia.

 Angka Nasional

Presiden Direktur Adira Finance Hafid Hadeli menyebutkan secara nasional hingga Desember 2018, penjualan sepeda motor domestik terus menunjukkan pertumbuhan yang menjanjikan. Tercatat sebesar 6,4 juta unit atau tumbuh sebesar 8,4% dibandingkan tahun lalu. Hal ini merupakan pertumbuhan tahunan tertinggi sejak penurunan penjualan domestik pada tahun 2015.

Sementara penjualan mobil terus tumbuh sebesar 7% menjadi 1,15 juta unit, didukung oleh pertumbuhan penjualan mobil komersial baru sebesar 18% dan mobil penumpang baru sebesar 4%. Proyek-proyek infrastruktur, konstruksi, dan pertambangan juga membantu meningkatkan penjualan pada segmen mobil komersial.

 “Secara keseluruhan, Adira Finance membukukan penyaluran pembiayaan baru sebesar Rp38,2 triliun selama 2018, yang tumbuh sebesar 17 persen dibandingkan tahun 2017. Kedua segmen sepeda motor baru dan mobil baru berkontribusi besar terhadap pertumbuhan secara keseluruhan. Didorong oleh pertumbuhan pembiayaan baru, piutang yang dikelola tumbuh 13% menjadi Rp51,3 triliun. Kami juga puas telah membukukan pertumbuhan laba bersih yang kuat yang mencapai Rp1,8 triliun," Kata dia.

 Pembiayaan mobil naik 23% (year on year) dari 2017 menjadi Rp 16,8 triliun. Pertumbuhan secara keseluruhan didorong oleh pembiayaan mobil baru yang tumbuh sebesar 27% menjadi Rp 10 triliun. Mobil komersial baru membukukan pertumbuhan yang lebih kuat sebesar 43% menjadi Rp5,6 triliun dibandingkan dengan pertumbuhan mobil penumpang baru sebesar 10% menjadi Rp4,5 triliun.

 Segmen mobil bekas tumbuh sebesar 18% menjadi Rp6,8 triliun, sebagian besar didorong oleh pertumbuhan mobil penumpang bekas sebesar 23%. Dengan demikian, kami dapat meningkatkan pangsa pasar pada pembiayaan mobil hingga mencapai sebesar 4,8% dari total penjualan mobil domestik di tahun 2018. Segmen sepeda motor mencatat pertumbuhan sebesar 15% dibandingkan tahun 2017 menjadi Rp 19,0 triliun.

 "Pertumbuhan ini didorong oleh peningkatan dari pembiayaan motor baru sebesar 20 persen sehingga kami membukukan kenaikan pangsa pasar sebesar 60 bps [basis points] menjadi 11,8 persen di tahun 2018," ujar dia.