Advertisement

Mercedes Berpotensi Naikkan Harga, Imbas Biaya Produksi Merangkak

Jaffry Prabu Prakoso
Senin, 27 Juni 2022 - 01:37 WIB
Sirojul Khafid
Mercedes Berpotensi Naikkan Harga, Imbas Biaya Produksi Merangkak Mercedes Benz New S-Class S 450. - Mercedes/Benz Distribution Indonesia

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA—Mercedes-Benz berpotensi menaikkan harga jual mobilnya. Hal ini merupakan dampak kenaikan bahan baku produksi yang membuat biaya produksi juga membengkak.

“Dampaknya akan lebih pada kenaikan harga jual kendaraan kami,” kata Head of Sales Operations and Product Management Mercedes-Benz Distribution Indonesia Kariyanto Hardjosoemarto pekan ini.

Sayangnya, Kerry enggan membocorkan angka kenaikan harga jual. Yang jelas, Mercy akan menginformasikan kenaikan harga mobil pada awal Juli tahun ini.

BACA JUGA: Ada Cacat, Peredaran SUV Listrik Toyota Ditarik Lagi

Dari divisinya, Kerry menambahkan tidak memiliki strategi atau antisipasi atas kenaikan bahan mentah atau raw material komponen otomotif.

“Kenaikan raw material maupun strategi yang terkait dengan hal itu berada di ranahnya bagian produksi atau manufacturing kami. Dari sisi penjualan, kami akan menyesuaikan,” jelasnya.

Ibarat pepatah, industri otomotif sudah jatuh tertimpa tangga. Belum usai kelangkaan mikrocip atau semikonduktor, mereka harus menghadapi kenaikan harga bahan baku.

BACA JUGA: Ada Fitur Cek Tarif Tol di Google Maps, Ini Simulasi Penggunaannya

Masalah semikonduktor mau tidak mau harus membuat pelanggan inden atau menunggu bisa memilikinya meski sudah melakukan transaksi. Padahal, permintaan mobil baru sedang bagus.

“Inden kita bervariasi antara dua sampai enam bulan tergantung model kendaraan yang dipesan,” terang Kerry.

Advertisement

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Streaming Starjoja FM
alt

"Penyakit" Persebaya Kambuh, Aji Santoso Minta Maaf

Sepakbola
| Minggu, 14 Agustus 2022, 21:07 WIB

Advertisement

alt

Menikmati Pemandangan Tujuh Gunung dari Ngablak Magelang

Wisata
| Jum'at, 12 Agustus 2022, 13:57 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement