Advertisement

Begini Cara Aman Gunakan Aplikasi Navigasi Saat Berkendara

Media Digital
Senin, 16 Mei 2022 - 18:07 WIB
Budi Cahyana
Begini Cara Aman Gunakan Aplikasi Navigasi Saat Berkendara Ilustrasi aplikasi navigasi. - Istimewa

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA—Astra Motor Yogyakarta, main dealer sepeda motor Honda wilayah DIY, Kedu, dan Banyumas membagikan tips untuk bikers menggunakan aplikasi navigasi secara aman saat berkendara.

Perkembangan teknologi ini mendukung perjalanan menjadi semakin mudah untuk diakses.

BACA JUGA: Honda CR-V Seri Keenam Lebih Ramping

PROMOTED:  Resmikan IKM di Umbulharjo, Dinas Perinkopukm Jogja Berharap IKM Naik Kelas

Community Development & Safety Riding Supervisor Astra Motor Yogyakarta Muhammad Ali Iqbal mengatakan pengguna ponsel pintar bisa memperoleh dukungan panduan perjalanan yang akurat. Beberapa aplikasi populer seperti Google Maps dan Waze terbukti sangat membantu para bikers untuk menemukan tujuan perjalannya, khususnya saat menjelajah lokasi-lokasi baru bersama sepeda motor kesayangan.

“Penggunaan aplikasi navigasi sebagai pemandu perjalanan bukanlah tanpa resiko. Jika digunakan dengan cara yang tidak tepat, hal ini justru menjadi pemicu hilangnya konsentrasi saat berkendara,” ujar Ali, Senin (16/5/2022).

Ali membagikan tips menggunakan aplikasi navigasi secara aman. Pertama, gunakan aplikasi navigasi di tempat yang aman. Salah satu cara paling aman untuk menggunakan aplikasi navigasi adalah dengan memilih tempat berhenti yang aman saat melakukan pengecekan. Pastikan pengendar menepi dan tidak menggunakan aplikasi navigasi dengan menggunakan satu tangan dalam kondisi sepeda motor masih berjalan.

“Kedua, tambahkan smartphone holder di sepeda motor. Keberadaan smartphone holder saat membantu jika ingin menggunakan aplikasi navigasi secara simultan. Penempatan smartphone holder juga tidak boleh sembarangan. Saat disarankan perangkat ini dipasang pada setang dan berada lurus dengan speedometer sehingga pengendara sepeda motor akan lebih mudah melihat informasi yang dibutuhkan dan tidak mudah hilang konsentrasi,” kata Ali.

Ketiga, atur kecepatan berkendara. Kecepatan berkendara dalam kota sebaiknya dijaga untuk konstan di bawah 60 km/jam. Hal ini karena padatnya mobilitas di dalam kota. “Namun saat kita menggunakan aplikasi navigasi sebagai panduan perjalanan sebaiknya kecepatan berkendara di bawah 40 km/jam. Selain kita harus melihat aplikasi navigasi sebagai panduan, kita juga tidak mengetahui medan jalan yang akan dilewati,” ujarnya.

BACA JUGA: Toyota Kenalkan Venza 2023 edisi Nightshade

Advertisement

Keempat, jangan sungkan dengan warga sekitar. Meski sudah cukup canggih dan akurat, aplikasi navigasi masih saja memiliki kelemahan. Salah satunya aplikasi sejenis ini cenderung mengarahkan pengguna menempuh jalur tercepat tanpa menginformasikan medan jalan maupun kondisi jalan. Hal ini akan berbahaya karena bisa membuat pengguna tersesat. Jika tidak yakin dengan jalan yang ditunjukkan oleh aplikasi navigasi, lebih baik tanyakan kepada warga sekitar yang lebih mengenal daerah tersebut.

“Aplikasi navigasi memang sangat membantu kita saat touring atau bepergian jauh menjelajahi lokasi-lokasi baru. Namun demikian setiap penggunanya harus tetap fokus saat berkendara, karena tujuan utama kita berkendara adalah untuk selamat sampai tujuan,” ujar Ali.

Advertisement

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Advertisement

alt

Ucapan Duka dari Tokoh Dunia untuk Korban Tragedi Kanjuruhan

Sepakbola
| Rabu, 05 Oktober 2022, 03:27 WIB

Advertisement

alt

Rasakan Sensasi Makan Nasgor Bercitarasa Tengkleng ala Grage Ramayana Hotel

Wisata
| Senin, 03 Oktober 2022, 07:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement