Membandingkan Mobil Dinas untuk Menteri dan Mobil Presiden

Mercedes-Benz S600 Guard yang akan menjadi mobil Presiden Jokowi. - Ist/daimler.com
25 Oktober 2019 11:37 WIB Newswire Otomotif Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Dilantik untuk menduduki jabatan dengan periode baru, Presiden Joko Widodo dan para menteri Kabinet Indonesia Maju akan mendapatkan kendaraan dinas.

Jika Presiden Jokowi mendapat Mercedes-Benz S600 Guard, para menteri juga mendapat mobil dinas, yaitu Toyota Crown. Hadir di dua kelas yang berbeda, yuk kita lihat perbandingan keduanya.

Mercedes-Benz S600 Guard dipilih oleh Kementerian Sekretariat Negara, untuk menggantikan mobil dinas yang lama.

Tentu bukan varian biasa, yang digunakan untuk mobil dinas kepresidenan Republik Indonesia ini. Mercedes-Benz S600 Guard dilengkapi dengan beragam fitur keamanan dan kenyamanan.

Fitur keamanan tentu tidak bisa disepelekan, mengingat mobil tersebut akan sering digunakan oleh kepala negara.

Tak heran kalau Mercedes-Benz S600 Guard sudah dilengkapi dengan standar keamanan VR10 dan ERV 2010, yang membuat mobil tahan tembakan senapan serbu, dan menahan ledakan bom.

Lebih lanjut lagi, Mercedes-Benz S600 Guard menggunakan kerangka bodi berlapis baja, menggunakan ban jenis run-flat Michelin yang bisa melaju terus sampai jarak 60 kilometer tanpa udara.

Mercy, menyematkan mesin V12 Twin Turbo berkapasitas 6 liter. Tenaganya sendiri diklaim menyentuh angka 53j daya kuda dan torsi 830 Nm.

Fitur keamanan juga disematkan di tangki bahan bakar berkapasitas 90 liter-nya, yaitu berupa sistem pemadam kebakaran otomatis.

Sebuah Mercedes-Benz dengan fitur keamanan tingkat tinggi tentu tidak dibanderol murah. Diperkirakan, Mercedes-Benz S600 Guard dibanderol dengan harga Rp10 miliaran.

Sementara itu para menteri Kabinet Indonesia Maju, kabarnya akan mendapat Toyota Crown 2.5 HV G-Executive sebagai mobil dinas.

Harganya terpaut jauh dari mobil dinas Presiden Joko Widodo, yaitu hanya sekitar Rp 800 jutaan.

Tapi bukan berarti Toyota Crown 2.5 HV G-Executive adalah mobil biasa yang tidak membawa fitur apapun.

Sejatinya, Toyota Crown digunakan untuk mengganti mobil dinas menteri yang lama yaitu Toyota Crown Royal Saloon.

Sektor mesin, Toyota Crown membawa mesin A25A-FXS I4, dengan 4-silinder segaris berkapasitas 2.5 liter dan sudah dilengkapi dengan teknologi hybrid.

Tak hanya hybrid, Toyota Crown juga dilengkapi dengan teknologi Dynamic Force Engine yang diklaim lebih hemat tanpa mengurangi performanya.

Lebih lanjut, Toyota Crown 2.5 HV G-Executive juga jadi mobil pertama Toyota yang dilengkapi dengan T-Connect.

T-Connect adalah sistem yang membuat mobil bisa terkoneksi pada jaringan. Lebih spesifik, T-Connect berfungsi untuk menerima dan memberikan data, dari dan untuk pengemudi.

Beberapa fungsi T-Connect seperti e-Care Driving Guidance, e-Care Health Check Report, HELPNET.

Toyota Crown 2.5 HV G-Executive juga membawa Toyota Safety Sense 2.0. Sebuah fitur penunjang keamanan, mulai dari Lane Tracing Assist (LTA), Radar Cruise Control, Pre-Collision System yang bisa menghindari insiden laka dengan pesepeda atau pejalan kaki.

Automatic High Beam (AHB), Road Sign Assist (RSA) dan Advance car launch.

Sumber : Suara.com