Indonesian Scooter Festival Kembali Digelar di Jogja

Sejumlah pengunjung melihat scooter yang di panjang dalam kontes Indonesia Scooter Festival 2018 di Jogja Expo Center (JEC), Bantul, Sabtu (22/9/2018). - Harian Jogja/Irwan A. Syambudi
19 September 2019 17:57 WIB MediaDigital Otomotif Share :

Harianjogja.com, JOGJA- Indonesia Scooter Festival (ISF) merupakan event otomotif tahunan yang pertama kali dihelat pada 2017. Dalam penyelenggaraan perdananya, gelaran yang bermarkas di Jogja ini berhasil menghadirkan kesan menarik tentang skuter. Salah satu jenis moda transportasi yang banyak digandrungi oleh masyarakat Indonesia tersebut mampu dikemas dan ditampilkan secara eksklusif kepada khalayak luas. 

Tak heran jika di tahun pertamanya ISF mampu menyedot puluhan ribu orang yang berdatangan dari berbagai daerah di Indonesia, bahkan sampai menarik perhatian para skuteris yang berasal dari beberapa negara di dunia.  Sejak saat itu pula ISF langsung mendapat julukan khusus dari banyak pihak, yakni “lebarannya para skuteris” yang tentunya benar-benar dimanfaatkan sebagai ajang untuk bersilaturahmi.

Kesuksesan serupa pun ternyata mampu diraih dalam gelaran berikutnya, di mana festival ini mampu menghadirkan lebih banyak lagi pengunjung dari berbagai tempat. 

Hal itu tentunya bisa terjadi salah satunya karena banyaknya inovasi yang terus ditawarkan kepada masyarakat. Dan hal itu pun rupanya siap kembali ditorehkan melalui gelaran ISF ketiga bertajuk "Scooter For Life", yang akan digelar pada 21 dan 22 September 2019 mendatang di Jogja Expo Center (JEC).

Founder Indonesian Scooter Festival, Dwi Yudha Dhanu menuturkan, Scooter For Life yang menjadi tema besar di ISF 2019 ini merupakan suatu hal yang menggambarkan kondisi masyarakat bersama skuter. 

Saat ini, skuter telah menjadi salah satu moda transportasi yang begitu dekat dan lekat hubungannya dengan kehidupan masyarakat Indonesia. Sampai-sampai skuter digunakan sebagai alat untuk menunjang profesinya sehari-hari. 

"Scooter For Life juga dapat kita artikan skuter seumur hidup, atau skuter untuk kehidupan. Karena bisa kita lihat sendiri, bahwa saat ini skuter digunakan sebagai alat pendukung bagi masing-masing profesi yang ada di masyarakat," kata Dwi Yudha Dhanu melalui rilis, Kamis (19/9/2019). 

Contohnya ada yang menggunakannya sebagai moda transportasi online, ada yang menggunakannya untuk jadi barbershop, jualan minuman dan masih banyak profesi lainnya. Bahkan, ada juga skuter ekstrem yang menjadikan skuternya sebagai rumah yang dibangun bertingkat. 

"ISF kami sajikan sebagai momen khusus untuk mereka yang menggunakan skuter untuk kehidupannya,” papar Yudha.

Project Director Indonesian Scooter Festival 2019, Kevin Pradana Tedy melanjutkan, pada tahun ini akan banyak sekali hal yang siap disajikan kepada masyarakat melalui beragam konten. Beberapa di antaranya seperti Scooter Museum, Scooter Talkshow, Scooter Display, Breakdance Competition, Scootmart dan masih banyak lainnya. 

Bahkan untuk Scootmart sendiri, pihaknya siap mendatangkan para pelapak dari seluruh Indonesia dan beberapa pelapak dari luar negeri yang akan menjual part-part langka dan produk-produk after market untuk kebutuhan segala macam skuter.

“Ada konten-konten sebelumnya yang tetap kami pertahankan di ISF tahun ini, dan ada juga beberapa konten baru yang siap kami sajikan. Salah satu konten baru yang siap kami suguhkan kepada para pengunjung ISF besok adalah Scooter Museum. Di mana para pengunjung bisa mendapat banyak sekali pengetahuan tentang skuter yang dipadukan dengan keindahan karya seni dari para perupa," tutur Kevin.

Selama ini masih banyak sekali hal-hal berkaitan dengan skuter yang belum diketahui oleh masyarakat. Contohnya saja seperti sejarah, unit langka dengan harga yang cukup fantastis yang banyak diburu oleh para kolektor dan masih banyak lagi.

Untuk ISF pada tahun ini, para pengunjung akan dikenakan tiket seharga Rp50.000 perhari untuk dapat menikmati berbagai macam suguhan yang ada di dalamnya. Kevin sangat optimis akan ada puluhan ribu pengunjung yang terlibat di ISF dalam setiap harinya. Apalagi nantinya para pengunjung akan ditemani dengan adanya pertunjukan musik yang siap menghadirkan Steven & Coconut Treez, NTRL, Denny Frust dan masih banyak lagi.

“Kami optimis akan bisa mendatangkan minimal 15.000 pengunjung dalam setiap harinya. Dan mungkin bisa saja lebih. Apalagi dalam ISF tahun ini akan ada sajian Fun Game yang menyajikan Dance Competition berskala nasional yang juga dimeriahkan oleh Atta Halilintar yang teryata ia juga sebagai salah satu pencinta skuter di Indonesia,” tutur Kevin.

Kevin menambahkan penyelenggaraan ISF 2019 akan tetap menjadi destinasi utama bagi para skuteris di seluruh Indonesia untuk berkumpul dan menjalin tali persaudaraan satu sama lain. Tak hanya itu, selain menjadi momen persaudaraan bagi para skuteris, ISF tahun ini menjadi tempat di mana produk-produk skuter terbaru dari beberapa brand di launching untuk pertama kalinya.

“Di dalam ISF tahun ini akan banyak sekali skuteris yang hadir dengan skuternya yang diproduksi oleh berbagai brand skuter di dunia. Contohnya saja seperti para skuteris dengan skuter Eropa klasik maupun maticnya, dan juga teman-teman skuteris dengan skuter Jepangnya. Dan tak hanya itu, semoga ISF pada tahun ini pun bisa memberi andil yang besar terhadap perkembangan perekonomian di Daerah Istimewa Yogyakarta,” tambah Yudha.

Informasi terbaru seputar Indonesian Scooter Festival 2019 dapat diikuti melalui official account Instagram @indonesianscooterfest, juga di laman resmi ISF di www.indonesiascooterfestival.com . (*)