Gejolak Politik & Ekonomi Mereda, Nissan Optimistis Pasar Mobil Cerah

(Dari kanan) Presiden Direktur PT Nissan Motor Indonesia, Isao Sekiguchi dan Head of Product Communications, PT Nissan Motor Indonesia, Hana Maharani, memperlihatkan All New Nissan Livina di Klenteng Sam Poo Kong, Semarang, Jawa Tengah, Senin (24/6)/ JIBI/Bisnis Indonesia - Alif Nazzala Rizqi
26 Juni 2019 08:22 WIB Alif Nazzala Rizqi Otomotif Share :

Harianjogja.com, SEMARANG–Industri otomotif yang sempat lesu sejak April lalu, karena pemilu dan gejolak politik serta ekonomi, diprediksi mulai mengalami perbaikan dengan adanya pertumbuhan pasar. 

Presiden Direktur PT Nissan Motor Indonesia, Isao Sekiguchi mengatakan jika Mei dan April lalu pasar otomotif mengalami penurunan sekitar 15%. Penurunan ini disebabkan karena adanya masa kampanye dan pemilu serentak. “Ditambah dengan kondisi eknomi serta stablitas politik jelang pemilu memberikan pengaruh pada pasar otomotif,” katanya saat ditemui di sela-sela persiapan Test Drive All New Nissan Livina di Klenteng Sam Poo Kong, Senin (24/6).

Menurut dia, kondusifitas paska pemilu saat ini nantinya akan membawa imbas yang baik bagi pasar otomotif di Indonesia termasuk di wilayah Jateng-DIY. Ia meyakini akan ada pertumbunan pasar yang cukup besar. “Saat ini Nissan juga terus menggerakkan penjualan produk apalagi menjelang GIAS. Ditunjang stabilitas politik dan ekonimi yang terus membaik, dan diharapkan terus stabil,” jelasnya. 

Jateng & DIY

Head of Product Communications, PT Nissan Motor Indonesia, Hana Maharani, ,menambahkan Nissan tengah fokus meningkatkan angka penjualan dengan produk barunya All New Nissan Livina, bakal diterima di Jateng-DIY. “Untuk angka penjualan, saat ini belum bisa ditampilkan. Kami terus coba meningkatkan awareness masyakakat terhadap produk ini dulu, kalau masalah target tentu sebanyak-banyaknya,” tambahnya.

Dia menjelaskan target utama yang saat ini diusung adalah membawa Nissan menjadi top of main di industri otomotif, apalagi Nissan sudah lama tidak mengeluarkan model baru selama beberapa tahun terakhir. "Bagi kami suara konsumen adalah hal yang utama, kami juga sedang mengumpulkan suara konsumen terkait fitur apa yang harus diperbaiki, harapannya tentu bisa mendongkrak penjualan,” katanya.

Sumber : Bisnis Indonesia