Indonesia Pasar Potensial Mobil Listrik

Sooyeon Joo, Deputy Director Marketing PT Nissan Motor Indonesia (kiri) dan Troy Pantouw, Deputy Director Communication PT Nissan Motor Indonesia (kanan) berpose dengan All New Nissan Livina di Hartono Mall, Sleman, Kamis (14/3)./ Harian Jogja - Kusnul Isti Qomah
16 Maret 2019 07:17 WIB Kusnul Isti Qomah Otomotif Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Nissan merupakan perusahaan yang pertama meluncurkan kendaraan listrik yang lebih dikenal dengan istilah EV atau Electric Vehicle di dunia. Kendaraan listrik Nissan direncanakan masuk ke pasar Indonesia pada 2020 dan Indonesia dinilai sebagai pasar potensial. Sebelum menuju ke sana, berbagai persiapan perlu dilakukan.

Sooyeon Joo, Deputy Director Marketing PT Nissan Motor Indonesia mengungkapkan Nissan memiliki reputasi yang bagus untuk mobil listrik di dunia dan menjadi market leader. Penjualan EV Nissan mencapai 400.000 unit di seluruh dunia. "Kepingin menjadi bagian Indonesia juga. Memang semuanya perlu persiapan untuk infrastruktur," kata dia ketika ditemui di Hartono Mall, Sleman, Kamis (14/3).

karena itu, menurutnya, saat ini pihaknya gencar melakukan diskusi mendalam dengan pemangku kepentingan dan pemerintah. Langkah-langkah yang diperlukan sudah mulai dilakukan. "Semuanya bertahap. Untuk menuju 2020 harus melakukan banyak persiapan. Kami ingin buat EV jadi bagian Indonesia juga," kata dia.

Menurutnya, EV bukan hanya fitur yang ditawarkan. Nissan juga memiliki konsentrasi untuk menghasilkan teknologi yang zero emission dan keamanan.

Ia mengungkapkan saat ini pasar EV kuat di Eropa karena regulasi pemerintah yang mendukung. Selain itu EV juga laku di California, Korea, Jepang. Selain regulasi yang mendukung, kesadaran masyarakat juga menjadi kunci. EV tidak hanya soal fitur, tetapi juga soal sadar lingkungan.

"Kalau ingin membuat lingkungan bersih, mereka tahu harus pakai kendaraan seperti apa. Tantangannya bukan pada teknologi, tetapi pada mindset," kata dia.

Troy Pantouw, Deputy Director Communication PT Nissan Motor Indonesia mengungkapkan selain itu, infrastruktur juga harus mendukung seperti ketersediaan charging station. Indonesia punya potensi untuk pasar EV. "Pasalnya hampir semua rumah memiliki garasi sendiri. Hal inilah yang tidak dimiliki negara lain seperti Korea. Di Korea orang hidup di apartemen yang tidak memiliki garasi sendiri tetapi parkir bersama," jelas dia.