Advertisement

Antisipasi Kenaikan Harga BBM, Ini Referensi Pilihan Mobil Listrik

Annasa Rizki Kamalina
Minggu, 04 September 2022 - 05:27 WIB
Sirojul Khafid
Antisipasi Kenaikan Harga BBM, Ini Referensi Pilihan Mobil Listrik Tak Khawatir BBM Naik, Ini Referensi Pilihan Mobil Listrik. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjajal mobil listrik KIA EV6 di ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2022 di ICE BSD, Kamis (11/8/2022) - BISNIS - Khadijah Shahnaz.

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA—Pengguna kendaraan listrik dapat sedikit lega dengan kabar pemerintah yang resmi menaikkan harga bahan bakar minyak atau BBM bersubsidi per hari ini, Sabtu (3/9/2022). Diketahui harga BBM jenis Pertalite naik dari harga awal Rp7.650 per liter menjadi Rp10.000 per liter, diikuti Solar subsidi dari harga awal Rp5.150 per liter menjadi Rp6.800 per liter.

BBM jenis Pertamax non subsidi pun ikut terkerek naik dari Rp12.500 menjadi Rp 14.500 per liter. Harga tersebut berlaku terhitung 1 jam sejak pengumuman atau per 14.30 WIB.

Namun bagi pengguna kendaraan konvensional yang berminat untuk beralih ke kendaraan yang lebih ramah lingkungan, dapat menengok beberapa referensi mobil listrik yang dibanderol mulai Rp200 juta-an.

BACA JUGA: Kemas 4.000 SPK, Hyundai Stargazer Rebut Posisi Xpander dan Xpander Cross

Berikut daftar harga mobil listrik di Indonesia:

  1. Renault Twizy: Rp595.000.000
  2. Hyundai Ioniq Electric: Rp682.000.000
  3. Hyundai Kona Electric: Rp742.000.000
  4. Nissan Leaf: Rp728.000.000
  5. Hyundai Ioniq 5: Rp718.000.000-Rp 829.000.000
  6. MINI Cooper Electric Rp945.000-Rp955.000.000
  7. Lexus UX30e: Rp1.431.000.000
  8. Tesla Model 3 Standard Plus: Rp1.500.000.000
  9. Tesla Model Y Long Range: Rp2.000.000.000
  10. Wuling Air EV: Rp238.000.000–Rp298.000.000
  11. KIA EV6 GT Line: Rp1.200.000.000
  12. KIA Niro EV: Rp800.000.000
  13. BMW iX: Rp2.267.000.000
  14. BMW i4: Rp1.997.000.000

Dalam mendukung penggunaan teknologi battery electric vehicles (BEV) atau mobil listrik, pemerintah telah mengeluarkan berbagai insentif dan kebijakan untuk mendukung ekosistem mobil listrik, seperti PP No 74 tahun 2021 tentang terkait tarif PPnBM sebesar 0 persen berlaku untuk kendaraan bermotor BEV.

BACA JUGA: Meski Belum Diluncurkan, Lexus Kebanjiran Pesanan The ALL New RX

Ada juga PP No. 73/2019 terkait barang kena pajak yang tergolong mewah berupa kendaraan bermotor yang dikenai pajak penjualan atas barang mewah. Meski demikian, penjualan mobil listrik pada tahun ini masih terbilang stagnan.

Mengacu pada data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan mobil berteknologi listrik meliputi hybrid (HEV), plug in hybrid (PHEV), dan BEV sepanjang Januari hingga Juli tahun ini terbilang stagnan.

Total penjualan itu mencapai 2.039 unit, hanya tumbuh 0,59 persen dibandingkan periode sama tahun lalu sebanyak 2.027 unit.

Advertisement

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Advertisement

alt

Jersey Inter Milan Bakal Tanpa Logo Sponsor, Ini Alasannya

Sepakbola
| Sabtu, 01 Oktober 2022, 03:57 WIB

Advertisement

alt

3 Rekomendasi Glamcamp Seru di Jogja

Wisata
| Sabtu, 01 Oktober 2022, 17:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement