Advertisement

BBM Semakin Mahal, Lexus Anggap Positif Pasarkan Mobil Listrik

Kahfi
Rabu, 31 Agustus 2022 - 07:17 WIB
Sirojul Khafid
BBM Semakin Mahal, Lexus Anggap Positif Pasarkan Mobil Listrik Lexus UX 300e. - Lexus

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA—Fluktuasi harga minyak dunia membuat ketidakpastian harga bahan bakar minyak atau BBM, terutama jenis non subsidi yang banyak dikonsumsi mobil-mobil premium. Kondis itu dianggap sebagai sentimen positif bagi penjualan mobil listrik.

Hal tersebut diungkapkan General Manager Lexus Indonesia, Bansar Maduma. Menurutnya, fluktuasi harga minyak yang menyebabkan gejolak harga BBM, akan membuat konsumen premium lebih mencari teknologi yang efisien.

“Hal ini terlihat dari antusiasme konsumen terhadap mobil listrik yang menjadi sajian utama Lexus pada GIIAS 2022 kemarin,” kata Bansar kepada Bisnis belum lama ini.

PROMOTED:  Resmikan IKM di Umbulharjo, Dinas Perinkopukm Jogja Berharap IKM Naik Kelas

Dia menilai gejolak harga BBM merupakan stimulus bagi konsumen Lexus untuk beralih ke kendaraan dengan konsumsi bahan bakar yang lebih efisien. Dari jajaran model yang ditampilkan Lexus, konsumen banyak terpikat model HEV, BEV, bahkan PHEV.

BACA JUGA: NASA Akan Luncurkan Roket Raksasa ke Bulan, Tonggak Sejarah Baru

Salah satu model yang secara perdana ditampilkan di Asia oleh Lexus Indonesia adalah All New RX PHEV. “Sudah banyak juga yang tertarik dengan teknologi PHEV tersebut, prinsipnya kami menyediakan semua teknologi listrik. Bagi konsumen yang ingin mencoba teknologi baru, mereka akan memesan Lexus UX 300e, yaitu model All-Electric kami,” ungkap Bansar.

Di lain sisi, berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan mobil berteknologi listrik meliputi hybrid (HEV), plug in hybrid (PHEV), dan battery electric (BEV) sepanjang Januari hingga Juli tahun ini terbilang stagnan. Total penjualan itu mencapai 2.039 unit, hanya tumbuh 0,59 persen dibandingkan periode sama tahun lalu sebanyak 2.027 unit.

Secara keseluruhan, segmen mobil berteknologi listrik itu masih dipadati penjualan model HEV. Dari total penjualan Januari-Juli, model HEV menyumbang 1.415 unit, minus 2,95 persen secara YoY.

BACA JUGA: Samsung dan Yayasan Bill Gates Kembangkan Toilet Aman

Advertisement

Sedangkan model BEV saat bersamaan mencatatkan total penjuan sebesar 614 unit. Jumlah itu tumbuh 14,98 persen dibandingkan 534 unit pada periode sama tahun lalu.

Adapun produk PHEV yang hanya diisi satu model yakni Mitsubishi Outlander PHEV hanya mengoleksi penjualan sebanyak 10 unit selama tujuh bulan pada tahun ini. Secara total, maka segmen mobil lisrik di Indonesia masih jauh dibadingkan negara pesaing kawasan Asean seperti Thailand.

Di lain sisi, sebagai pemain segmen elektrik, Lexus Indonesia menilai upaya mengembangkan pasar mobil listrik harus dipandang sebagi komitmen bersama, meskipun belum menjanjikan secara pasar.

Advertisement

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Bisnis

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Advertisement

alt

Ucapan Duka dari Tokoh Dunia untuk Korban Tragedi Kanjuruhan

Sepakbola
| Rabu, 05 Oktober 2022, 03:27 WIB

Advertisement

alt

Rasakan Sensasi Makan Nasgor Bercitarasa Tengkleng ala Grage Ramayana Hotel

Wisata
| Senin, 03 Oktober 2022, 07:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement