Advertisement

Terkait Mobil Listrik di Indonesia, Nissan Beberkan 4 Tantangan Pengembangannya

Thomas Mola
Sabtu, 30 Juli 2022 - 22:27 WIB
Sirojul Khafid
Terkait Mobil Listrik di Indonesia, Nissan Beberkan 4 Tantangan Pengembangannya Komisari PT PLN (Persero) Dudy Purwagandhi mengisi daya mobil listrik di Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di Jalan Dr Soetomo, Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (26/12/2020). - ANTARA

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA—Upaya mengembangkan ekosistem guna meningkatkan populasi kendaraan listrik (electronic vehicle/EV) menghadapi banyak tantangan. Selain butuh sinergi semua pihak terkait, terdapat empat tantangan untuk mempopulerkan mobil listrik termasuk di Indonesia.

Keempat tantangan pengembangan kendaraan listrik itu diungkapkan oleh Regional Vice President Nissan ASEAN Isao Sekiguchi baru-baru ini pada "EV Smart Mobility-Joint Project" di Bali baru-baru ini.

“Menurut saya ada empat tantangan untuk mempromosikan mobil listrik. Pertama, pemahaman dan kesadaran konsumen perihal kendaran listrik,” katanya.

Kedua, lanjut Sekiguchi ialah kehadiran infrastruktur pengisian daya listrik atau yang dikenal dengan stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU). Kehadiran SPKLU sangat penting untuk mempromosikan kendaraan listik.

Ketiga, katanya, insentif dari pemerintah yang bakal sangat berguna untuk mempromosikan mobil listrik. Keempat ialah produk yang tepat di pasar yang tepat.

BACA JUGA: Hyundai Akan Membuat Pusat Riset Mobil Listrik di Indonesia

"Tantangan infrastruktur misalnya, di Jepang jumlah stasiun daya listrik mencapai 30.000 unit, lebih banyak dari stasiun bahan bakar minyak. Namun, nyatanya pasar mobil listrik di Jepang masih 1 persen dari total pasar,” jelasnya.

Salah satu bentuk nyata mendorong pengenalan mobil listrik antara lain melalui inisiatif "EV Smart Mobility-Joint Project" yang digagas oleh lima merek Jepang yakni Nissan, Mitsubishi Motors, Mitsubishi Fuso, Nissan, Isuzu, dan Toyota

"EV Smart Mobility-Joint Project" merupakan proyek percontohan kendaraan listrik terintegrasi mulai dari kendaraan penumpang hingga kendaraan niaga. Proyek ini akan berlangsung hingga akhir 2022.

Henry Tanoto, Vice President Director PT Toyota-Astra Motor mengatakan bahwa tujuan "EV Smart Mobility-Joint Project" ialah memperkenalkan mobil listrik kepada masyarakat sekaligus mendukung upaya pemerintah menurunkan emisi karbon.

Advertisement

BACA JUGA: Bikin Innova Listrik, Toyota Siap Investasi Rp27,1 Triliun di Indonesia

“Targetnya, semakin banyak model kendaraan elektrifikasi yang diperkenalkan, masyarakat menjadi semakin peduli dan punya pengalaman lebih banyak dengan teknologi elektrifikasi," ujar Henry Tanoto.

Pada proyek ini, kelima merek menyediakan 15 unit kendaraan listrik, yang terdiri dari 13 unit kendaraan penumpang dan 2 unit kendaraan komersial. Untuk mobil penumpang terdapat Toyota C+pod sebanyak 5 unit, Toyota Prius (5 unit), Nissan Leaf (1 unit), Mitsubishi Outlander (1 unit), dan Mitsubishi Minicab-MiEV (1 unit). Pada segmen kendaraan niaga terdapat Fuso eCanter dan EV Elf Truck Isuzu.

Advertisement

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Streaming Starjoja FM
alt

"Penyakit" Persebaya Kambuh, Aji Santoso Minta Maaf

Sepakbola
| Minggu, 14 Agustus 2022, 21:07 WIB

Advertisement

alt

Menikmati Pemandangan Tujuh Gunung dari Ngablak Magelang

Wisata
| Jum'at, 12 Agustus 2022, 13:57 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement