Advertisement

Tips Merawat Komponen CVT Bagi Pengguna Motor Matik

Jaffry Prabu Prakoso
Rabu, 20 Juli 2022 - 12:07 WIB
Sirojul Khafid
Tips Merawat Komponen CVT Bagi Pengguna Motor Matik Pengendara kendaraan pribadi saat jam pulang kerja memadati jalanan di Jakarta, Rabu (6/5 - 2020). BISNIS.COM

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA—Continuously variable transmission atau CVT merupakan mekanisme transmisi pada motor matik yang terdiri atas beragam komponen untuk mendukung performa sepeda motor, salah satunya yang penting adalah v-belt. Pengguna wajib tahu cara merawatnya.

Koordinator Manager After Sales & Motor Sports PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) Riyadi Prihantono mengatakan bahwa motor matik menjadi pilihan mayoritas pengendara di Indonesia karena dinilai lebih praktis dan nyaman digunakan.

“Namun selain menggunakannya, pengendara wajib mengetahui perawatan yang tepat agar dapat terus menikmati kenyamanan dan performa yang terbaik dari motor matik,” katanya melalui keterangan pers, Selasa (19/7/2022).

PROMOTED:  YouGov: Tokopedia Jadi Brand Paling Direkomendasikan Masyarakat Indonesia

Riyadi menjelaskan, bahwa v-belt yang begitu penting sering kali diabaikan perawatannya. Itu karena keberadaannya tidak terlihat, yaitu di dalam sistem CVT.

BACA JUGA: Berikut Daftar Harga Mobil Listrik di Indonesia: Wuling sampai Tesla

V-belt menjadi salah satu komponen matik yang memiliki fungsi penting untuk menyalurkan tenaga dari mesin menuju roda belakang dalam bentuk putaran sehingga membuat sepeda motor dapat bergerak. Semakin sering sepeda motor digunakan, semakin aktif v-belt bergerak.

Jika pemilik kendaraan merupakan seseorang yang aktif berkendara sepeda motor, suka melakukan perjalanan jauh atau touring, tentunya akan membuat performa v-belt semakin menurun.

Maka, pengendara aktif wajib melakukan perawatan sepeda motor secara berkala terutama penggantian v-belt tepat waktu agar performa motor tetap optimal.

Pengendara juga dapat menjaga umur komponen sepeda motor matik agar tidak cepat aus. Pertama, hindari gaya berkendara dengan hentakan atau bukaan gas secara tiba-tiba.

Advertisement

BACA JUGA: New Calya Dikenalkan ke Publik Jogja, Segini Harganya

Kedua, jangan membawa beban atau muatan berlebih. Terakhir adalah melakukan perawatan komponen CVT matik yang tepat.

Umumnya, waktu penggantian v-belt yang tepat dilakukan pada saat sepeda motor mencapai jarak tempuh 20.000 km sampai 25.000 km (20 bulan sampai 25 bulan) atau sesuai dengan anjuran buku petunjuk pemilik.

Advertisement

Pengendara, tambah Riyadi, juga dapat menjaga performa motor dengan pengecekan v-belt secara rutin sesuai jadwal servis berkala di bengkel resmi. Hal tersebut juga berguna untuk membersihkan kotoran yang ada pada v-belt.

Jika terlambat mengganti v-belt, akan berdampak pada menurunnya performa sepeda motor dan kenyaman berkendara.

V-belt yang perlu diganti akan menimbulkan gejala seperti tarikan motor kurang maksimal, terasa getaran, dan bunyi berdecit saat akselerasi yang mengindikasikan v-belt kehilangan daya cengkram.

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Advertisement

alt

Juventus Mulai Bernegosiasi untuk Gaet Pulisic dari Chelsea

Sepakbola
| Jum'at, 30 September 2022, 06:47 WIB

Advertisement

alt

Suka Liburan, Yuk Patuhi 5 Etika Saat Berwisata

Wisata
| Senin, 26 September 2022, 22:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement