Advertisement

Ini Penyebab Penjualan Sepeda Motor Turun pada Februari 2022

Khadijah Shahnaz
Jum'at, 18 Maret 2022 - 04:47 WIB
Jumali
Ini Penyebab Penjualan Sepeda Motor Turun pada Februari 2022 New Honda Vario 150 tipe Exclusive Matte Silver. - Istimewa/PT Astra Honda Motor

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA – Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) membeberkan penyebab penurunan penjualan sepeda motor pada Februari tahun ini. Berdasarkan data AISI, penjualan sepeda motor domestik turun 17,09 persen (month to month/mtm) dibandingkan dengan realisasi Januari 2022 dengan penjualan 443. 890 unit.
Ketua Bidang Komersial AISI Sigit Kumala mengatakan penurunan penjualan sepeda motor diakibatkan hari kerja yang pendek yaitu hanya 28 hari. Selain itu ada juga keterlambatan penerimaan suku cadang subkomponen.
“Lebih disebabkan karena hari kerja yang pendek [28 hari ditambah hari libur] juga ada keterlambatan penerimaan parts sub komponen dari vendor ya," ujar Sigit, Kamis (17/3/2022).
Berdasarkan data AISI, penjualan pada Februari 2022 tercatat turun ke angka 367.036 unit atau turun 17,09 persen. Penjualan sepeda motor pada Februari 2022 ini juga turun 3 persen jika dibandingkan penjualan tahun lalu sebanyak 377.776 unit. Meskipun penjualan domestik turun, ekspor sepeda motor justru mencatatkan torehan positif. Jumlah ekspor sepeda motor pada Februari 2022 mencatat angka 59.542 unit. Angka tersebut meningkat 16,67 persen jika dibandingkan Januari 2022 yang tercatat 51.036 unit
Adapun realisasi ekspor sepeda motor anjlok 25 persen atau 20.015 unit jika dibandingkan dengan torehan ekspor pada periode yang sama tahun lalu.
Sebelumnya Sigit menyampaikan perang antara Rusia dan Ukraina menghambat aliran pasokan subkomponen. “Meskipun Ukraina tidak memproduksi komponen otomotif, namun negara tersebut memasok bahan untuk pembuatan komponen,” katanya Sigit menjelaskan nyaris hampir seluruh komponen industri roda dua di Tanah Air telah mampu menggunakan produk lokal. Hal itu tercermin dari tingkat kandungan lokal yang hampir menyentuh 100 persen. Namun demikian, seiring dengan perkembangan teknologi kendaraan bermotor yang hampir seluruhnya menggunakan teknologi elektrik yang meningkat, penggunaan cip semikonduktor pun sudah lazim. “Komponen inilah yang akan terganggu pasokannya, Ukraina mengekspor bahan baku pembuatan subkomponen tersebut,” tambah Sigit.

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Advertisement

alt

Jersey Inter Milan Bakal Tanpa Logo Sponsor, Ini Alasannya

Sepakbola
| Sabtu, 01 Oktober 2022, 03:57 WIB

Advertisement

alt

3 Rekomendasi Glamcamp Seru di Jogja

Wisata
| Sabtu, 01 Oktober 2022, 17:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement