Tak Perlu Jembatan Timbang untuk Pantau Berat Muatan Truk

Widya Load Scanner Portable untuk mengukur muatan truk - istimewa
13 Januari 2022 01:47 WIB Sunartono Otomotif Share :

Harianjogja.com, JOGJA -- Jembatan timbang tidak perlu lagi digunakan untuk memantau berat muatan truk. Sebab, saat ini, Widya Load Scanner Portable yang menggunakan teknologi berbasis artificial intelligence (AI) yang membuat proses pengukuran muatan berlangsung cepat.

Cara kerja alat ini dengan mengumpulkan titik-titik jarak yang kemudian menjadi matriks. Dari natriks menghasilkan point cloud kemudian mampu menghitung volume barang. Load scanner ini kemudian memindai dan mengukur volume bak truk pada saat isi dan bak truk di saat kosong untuk mendapatkan volume material muatannya.

"Alat ini kami beri nama Widya Load Scanner Portable dengan memakai teknologi Lidar. Ini bisa menjadi solusi untuk risiko akurasi pengukuran kurang tepat, waktu pengukuran yang lama dan keamanan pada proses pengukuran muatan truk," kata Tri Yunanta dari Widya Robotic Jogja, Rabu (12/1/2022).

Waktu pengukuran menggunakan teknologi ini hanya butuh waktu enam menit, sangat berbeda dengan alat ukur konvensional yang perlu estimasi waktu tiga kali lipatnya. Sebagai alat pengukur volumetrik muatan truk portabel, maka dapat dipindahkan dari suatu tempat ke tempat lain dalam waktu cepat. Selain itu proses pengukuran lebih cepat dan praktis serta bersifat real time dengan tingkat akurasi mencapai 98%.

"Alat ini menggunakan bahan dengan tingkat kandungan lokal mencapai 70 persen. Sistem, perangkat lunak dan komponen lainnya dibuat sendiri. Sehingga lebih murah hingga 50 perden daripada produk sejenis buatan luar negeri," ujarnya.

CEO Widya Robotics Jogja Alwy Herfian Satriatama menambahkan alat ini telah diuji cobakan pada proyek salah satu perusahaan konstruksi BUMN di Surabaya. Hasilnya, mampu menggantikan peran jembatan timbang karena lebih efisien. Proyek jangka pendek dan mobile dinilai cukup diuntungkan menggunakan alat jenis ini karena mudah dipindahkan.

"Rencananya akan diproduksi massal di 2022, pada akhir 2021 telah selesai proses pengembangan," ujarnya.

Teknologi jenis ini diperlukan untuk proyek pertambangan, konstruksi, pasir, beras hingga proyek jalan tol yang berpindah-pindah. Di sisi lain, saat ini pengukuran material muatan truk masih banyak dilakukan dengan cara manual seperti menggunakan jembatan timbang. Padahal material dibutuhkan manajemen yang baik dengan perhitungan tepat, agar penggunaan efisien.