Tips Aman Lewati Perlintasan Kereta Api

Foto ilustrasi. - dok Humas Daop 6 Yogyakarta
11 Januari 2022 02:27 WIB Jumali Otomotif Share :

Harianjogja.com, JOGJA - Kamu harus waspada saat melewati perlintasan kereta api karena risiko kecelakaan yang tinggi. Meskipun sudah diberikan palang pintu, masih banyak orang yang melanggar dengan menerobosnya. Kebanyakan beranggapan bahwa kereta masih lama melintasnya dan masih ada waktu untuk menyeberang. Ini merupakan pemikiran yang keliru dan tidak patut diikuti.

Begitu sirine berbunyi, segera hentikan mobil kamu tanpa perlu menunggu palang pintu perlintasan turun, apalagi sampai nekat menerobos.

Supaya aman, berikut tips melewati perlintasan kereta api, dikutip dari Toyota Astra, Senin (10/1/2022):

1. Kurangi Kecepatan Mobil

Tidak perlu terburu-buru ketika akan melintasi perlintasan kereta api dan segera kurangi kecepatan untuk meningkatkan kewaspadaan.

Pastikan untuk melihat ke kanan dan kiri terlebih dahulu untuk memastikan bahwa tidak ada kereta yang akan lewat.

Apapun alasannya, kamu wajib mendahulukan kereta api saat sinyal sudah berbunyi dan palang pintu KA mulai ditutup.

Sesuai dengan UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ) pasal 114 UU yang berbunyi:

“Pada pelintasan sebidang antara jalur KA dan jalan, pengemudi wajib berhenti ketika sinyal sudah berbunyi dan palang pintu KA sudah mulai ditutup, serta wajib mendahulukan kereta api”.

2. Hati-Hati Saat Melewati Perlintasan Kereta

Butuh kehati-hatian saat melewati perlintasan kereta api karena kontur jalannya yang berbeda dengan jalan biasa.

Kondisi jalan yang umumnya menanjak karena perbedaan ketinggian jalan dan licin saat mengenai rel kereta jelas membutuhkan perhatian khusus.

Apalagi kerap ada kerikil lepas di aspal jalan dan akan semakin menyulitkan di musim hujan yang licin.

Belum lagi kalau jalan yang dilalui rusak seperti berlubang, bergelombang, atau ada genangan air.

Jangan langsung menekan pedal gas sebelum mobil benar-benar melalui area perlintasan kereta api.

3. Jaga Jarak Aman

Jangan terburu-buru, lajukan mobil secara perlahan dan jaga jarak aman dengan kendaraan di depan sebagai antisipasi keadaan darurat.

Tentu kamu tidak mau mobil berhenti di tengah perlintasan kereta karena jalan macet atau mobil di depan mogok.

Sebagai langkah antisipasi, berhentilah di depan palang pintu sembari menunggu mobil di depan menyeberang dengan aman.

Meskipun risikonya kena klakson mobil lain di belakang, langkah tersebut lebih baik untuk menjaga segala kemungkinan.

4. Turunkan Posisi Gigi Mobil Manual

Buat kamu yang mengendarai mobil bertransmisi manual, turunkan posisi gigi ke 1 saat melewati jalur kereta api.

Hal ini untuk mencegah mesin mobil mati saat berada di atas rel karena putaran mesin yang tidak stabil.

Di samping merepotkan karena kamu harus mengatur injakan pedal kopling untuk menjaga mesin mobil supaya tidak mati.

Untuk mobil matik, cukup lepas pedal gas dan biarkan mobil meluncur perlahan.

Kamu bisa menjaga kecepatan mobil dengan menginjak pedal rem.

5. Jaga Jarak Aman Saat Berhenti Menunggu

Berhentilah agak jauh dari lokasi palang pintu dan jangan memaksakan untuk melewatinya.

Biasanya ada tanda berupa garis peringatan, kalaupun tidak ada berhentilah sekitar 1 meter dari pintu palang.

Jaga jarak aman dengan kendaraan di depan untuk menghindari masalah misalnya mobil tersebut mogok saat akan melaju.

6. Waspada Ketika Melewati Rel Kereta Api yang Tidak Sejajar

Tentu kamu pernah melewati rel kereta api yang tidak sejajar dengan jalan.

Hal ini cukup berbahaya karena akan membuat mobil tergelincir jika melaju terlalu kencang.

Usahakan untuk memposisikan roda mobil sejajar dengan rel kereta api saat ingin melintasi.

Jangan paksakan jika tidak memungkinkan seperti lalu lintas yang padat, pastikan saja kecepatan mobil cukup rendah dan kamu bisa mengendalikan arah kendaraan.

7. Jangan Panik Saat Ada Masalah

Apabila mobil kamu tiba-tiba mogok di tengah perlintasan tapi belum ada kereta yang akan lewat, sebaiknya tidak perlu panik.

Cek panel instrumen untuk memastikan adanya masalah, posisikan gigi transmisi di netral dan nyalakan ulang mesin kendaraan.

Karena panik, bisa saja kamu melupakan prosedur menyalakan mesin seperti menginjak pedal rem untuk mobil matik atau menekan pedal kopling untuk mobil manual.

Jika masih gagal juga, mintalah bantuan petugas penjaga perlintasan untuk membantu mendorong keluar dari area berbahaya.

Kalau sudah dalam posisi bahaya seperti kereta mendekat, segera tinggalkan mobil untuk mencegah timbulnya korban jiwa.