Penyebab Karburator Motor Nembak & Cara Mengatasinya

Ilustrasi. - Freepik
09 Januari 2022 09:47 WIB Jumali Otomotif Share :

Harianjogja.com, JOGJA - Knalpot sepeda motor Anda tiba-tiba muncul bunyi meledak ketika dikendarai? Anda yang pernah mengalami hal ini tentu akan kaget.

Bunyi yang keluar pun cukup kencang dan sebenarnya berasal dari bagian karburator. 

Penyebab karburator motor nembak sendiri bisa karena beberapa hal. Mulai dari masalah pada choke, matinya busi atau karena masalah suplai udara di karburator. Berikut penjelasan lebih detail, seperti dikutip dari Suzuki, Sabtu (8/1/2022) ;

  1. Choke Motor Mengalami Masalah 

Motor dengan sistem karburator biasanya membutuhkan bantuan choke pada saat menyalakan motor dari kondisi dingin. Tujuannya adalah suplai bahan bakar sesuai dengan udara dan pembakaran dapat terjadi dengan sempurna. 

Choke jadi komponen yang bisa dibuka dan ditutup, seringkali pengendara lupa untuk menutupnya kembali. Ketika choke lupa ditutup maka suplai bensin akan berlebihan dan bisa menimbulkan suara keras dari knalpot. 

Membuka dan menutup choke terlihat sepele namun ternyata bisa memberikan efek yang cukup besar. Jika Anda rutin menggunakan choke, pastikan bahwa untuk menutupnya kembali sehingga suplai bahan bakar kembali normal. 

      2. Busi Tiba-Tiba Mati 

Penyebab karburator motor nembak selanjutnya juga bisa berasal dari komponen busi. Sebuah motor membutuhkan busi agar ruang pembakaran dapat bekerja. Busi yang bekerja untuk menyulut api ini memegang peranan yang sangat penting. 

Ketika komponen yang satu ini mengalami masalah maka campuran bensin tersisa dalam ruang bakar tidak terbakar sempurna. Akibatnya sisa bahan bakar ini membuat terjadinya pembakaran prematur. 

Suara nembak pun akan keluar dari knalpot dan cukup kencang. Anda tidak boleh membiarkan penyebab ini terlalu lama. Alasannya akan memberikan dampak buruk pada motor yang membuat mesin jadi rontok. 

    3. Saluran Udara ke Mesin Bermasalah

Masalah juga bisa berasal dari saluran udara yang jadi jalan lewatnya udara ke dalam ruang bakar. Bensin tidak akan terbakar tanpa bantuan udara oleh karena itu suplai udara pun sangat penting. 

Karburator adalah komponen yang biasanya mengatasi masalah udara namun bisa juga mengalami ketidakstabilan Air Fuel Ratio (AFR). Kerusakan karburator dalam menangani udara ini disebabkan oleh faktor eksternal. 

Faktor eksternal ini bisa berasal dari karet vakum atau manifold pada karburator. Ketika terjadi kerusakan pada karet vakum maka udara akan bocor keluar. Efek yang terjadi ditandai dengan stasioner RPM meraung tinggi. 

Kebocoran tersebut juga akan membuat AFR tidak seimbang sehingga suara nembak dari knalpot akan terdengar.

    4. Karet Skep yang Mengeras

Khusus motor skutik biasanya memanfaatkan karburator dengan jenis vakum sehingga aliran bahan bakar lebih bagus. Sayangnya karburator dengan vakum ini bekerja bergantung dengan kemampuan buka tutup skep yang terbuat dari karet.

Selama penggunaan, tutup skep ini bisa mengalami pengerasan atau sobek. Jika sudah keras dan robek maka pasokan bahan bakar ini tidak bisa sesuai dengan kompresi hisap mesin. 

Kerusakan pada skep ini menjadi penyebab karburator motor nembak yang tentu harus segera diatasi. Dampaknya juga bisa berpengaruh pada suplai bahan bakar yang berlebihan dan motor menjadi boros. 

Lalu apa yang sebaiknya dilakukan pengendara ketika karburator motor tiba-tiba nembak saat berada di perjalanan?

Anda yang mungkin saja bingung karena masalah ini bisa mengatasinya dengan beberapa cara sebagai berikut ini. 

  1. Mengecek Kondisi Karburator 

Hal pertama yang bisa Anda lakukan adalah dengan mengecek kondisi karburator khususnya bagan pilot screw atau setelan angin karburator. Apabila sebelumnya komponen ini disetel sendiri maka bisa jadi penyebab utama yang bisa di cek. 

Anda bisa mencoba menyetelnya kembali dari 2,5 sampai 3 putaran penuh untuk memperoleh setelan yang tepat. Namun jika belum, Anda bisa menyetelnya kembali sesuai dengan kondisi mesin. 

    2. Mengecek Filter Udara 

Pengecekan selanjutnya bisa dilakukan di bagian filter udara. Cek apakah kondisi filter udara masih bagus untuk menyaring udara atau sudah kotor. Pastikan bahwa filter udara ini rutin diganti sehingga udara yang masuk bersih dan cukup. 

Penggantian filter udara ini biasanya dilakukan ketika mencapai 15.000 km. Bahkan beberapa jenis motor ada yang disarankan untuk rutin mengganti filter udara, bukan sekadar membersihkannya saja. 


    3. Mengecek Kondisi Busi 

Penyebab karburator motor nembak yang berasal dari busi tentu harus di cek terlebih dahulu. Apabila kondisinya sudah tidak bagus sebaiknya Anda menggantinya. Penggantian busi juga sebaiknya dilakukan usai 6.000 km. 

    4. Mengecek Kondisi Selang BBM 

Suplai bahan bakar sesuai dengan volumenya sangat dibutuhkan agar pembakaran dan tenaga berhasil dengan baik. Anda bisa mengecek juga selang bensin dari bagian tangki ke mesin. 

Pastikan tidak ada kebocoran sedikitpun atau kerusakan. Jika iya, maka segera ganti dengan selang yang baru. 

    5. Mengecek Knalpot 

Anda yang sudah mengecek keempat hal di atas dan tidak terjadi masalah, maka coba untuk melihat ke bagian knalpot. Bisa jadi masalahnya justru berasal dari knalpot. Baik itu karena salah pemasangan atau kebocoran. 

Knalpot yang sudah tidak bisa dipakai juga akan mengalami masalah muncul suara kencang ketika digunakan.