Advertisement

5 Langkah Aman Agar Shockbreaker Belakang Tetap Bekerja Optimal

Media Digital
Jum'at, 07 Januari 2022 - 11:37 WIB
Bernadheta Dian Saraswati
5 Langkah Aman Agar Shockbreaker Belakang Tetap Bekerja Optimal Shockbreaker Belakang (Rear Cussion). - Ist/Honda

Advertisement

JOGJA–Shockbreaker Belakang (Rear Cussion) yang ada pada sepeda motor memiliki fungsi yang krusial. Tak hanya berfungsi untuk meredam guncangan dan getaran saat melewati jalan tidak rata, piranti peredam kejut ini juga berperan secara signifikan pada kenyamanan dan kestabilan handling sepeda motor itu sendiri.

Penurunan kinerja shockbreaker belakang dapat disebabkan oleh berbagai hal. Mulai dari jarangnya perawatan ataupun pembersihan komponen, sering membawa beban berlebihan, hingga tingginya frekuensi sepeda motor melintasi jalan rusak ataupun lubang di jalanan. “Ketika shockbreaker belakang bocor atau rusak, hal tersebut pasti akan mempengaruhi kenyamanan pengguna serta merubah kestabilan handling saat digunakan untuk bermanuver.” ungkap Technical Training Coordinator Astra Motor Yogyakarta Danang Priyo Kumoro dalam rilis yang diterima Harianjogja.com, Jumat (7/1/2022). 

Merespon hal itu, Danang Priyo Kumoro berbagi 5 langkah aman yang perlu dipertaikan oleh pemilik dan pengguna sepeda motor agar shockbreaker belakang tetap bekerja optimal dan memberikan kenyamanan dan kemanan sebagaimana fungsinya.

1. Rutin membersihkan kompenen

Menjaga kebersihan shockbreaker belakang merupakan langkah awal untuk menghindari risiko kerusakan. Kotoran (debu/lumpur/pasir) yang menempel bisa membuat seal/karet bocor dan piston tergores. Hal tersebut berpotensi membuat kebocoran oli suspensi. Kebocoran pada komponen ini akan mengurangi tingkat kenyamanan berkendara.

Baca juga: Lagi Tren! 5 Film Horor Bertema Boneka Arwah, Ada Annabelle

2. Hindari penggunaan aksesoris tidak resmi

Penggunaan aksesoris yang tak seharusnya dapat berdampak buruk bagi shockbreaker, seperti pemasangan adaptor atau peninggi shockbreaker. Penambahan aksesoris tersebut akan berdampak pada fungsi collar yang tidak bekerja maksimal.

3. Hindari membawa beban berlebihan

Jangan gunakan sepeda motor untuk membawa beban berlebihan melebihi anjuran pabrik. Membawa beban berlebihan membuat shockbreaker bekerja melebihi kapasitasnya dan memperpendek usia pemakaiannya.

Advertisement

4. Jangan mengebut di jalan yang tidak rata

Upayakan untuk menurunkan kecepatan saat melintasi jalan yang tidak rata. Benturan (impact) yang terjadi saat melintasi lubang dengan kecepatan tinggi akan membuat beban kerja shockbreaker semakin berat. Dalam kondisi ekstrim, hal ini bisa menjadi penyebab kecelakaan.

5. Segera ganti seal/karet saat sudah keras atau bocor

Advertisement

Saat seal/karet shockbreaker sudah mengeras atau bocor, segera lakukan penggantian agar tidak berlarut-larut. Seal/karet yang sudah keras atau bocor jika dibiarkan akan membuat oli merembes ke luar sehingga kotoran dan debu akan lebih mudah menempel. Hal yang perlu diperhatikan bersama, saat melakukan penggantian seal/karet shockbreaker wajib dilakukan penggantian oli. Hal ini bertujuan
untuk memastikan volume oli sesuai dengan takaran serta oli dalam kondisi prima dan bersih.

“Jangan lupa untuk melakukan perawatan berkala di bengkel AHASS terdekat. Pemeriksaan berkala yang dilakukan oleh mekanik profesional dan berpengalaman akan menjaga kondisi sepeda motor dan seluruh komponennya tetap dalam kondisi prima”. pesan Danang Priyo Kumoro. *

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Advertisement

alt

Jersey Inter Milan Bakal Tanpa Logo Sponsor, Ini Alasannya

Sepakbola
| Sabtu, 01 Oktober 2022, 03:57 WIB

Advertisement

alt

3 Rekomendasi Glamcamp Seru di Jogja

Wisata
| Sabtu, 01 Oktober 2022, 17:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement