Ini Akibat Telat Ganti Oli Motor Kamu

Teknisi Astra Motor Yogyakarta memberikan servis gratis kepada puluhan kendaraan sepeda motor milik karyawan Harian Jogja, Jumat (15/2/2019). - Harian Jogja/Bernadheta Dian Saraswati
04 Januari 2022 07:07 WIB Jumali Otomotif Share :

Harianjogja.com, JOGJA - Kebiasaan telat mengganti oli motor akan menimbulkan beberapa kerusakan yang dalam jangka panjang akan menguras isi dompet kamu. Apa saja akibat telat ganti oli motor yang harus diwaspadai? Kamu yang menggunakan motor setiap hari harus tahu apa saja akibat buruknya, berikut dikutip dari laman Suzuki, Senin (03/01/2022) :

Apa saja akibat telat ganti oli motor yang bisa diwaspadai sejak awal adalah sebagai berikut.

1. Keluar Asap Putih dari Knalpot

Akibat pertama yang cukup berbahaya bagi mesin adalah blok silinder dan seher atau piston menjadi baret. Oli yang sudah lama tidak diganti, bukan hanya berkualitas buruk namun volumenya juga menurun.

Asupan oli mesin yang kurang ini akan meningkatkan gesekan yang terjadi antara piston dengan blok silinder. Akibatnya baret-baret pun akan muncul dan efeknya adalah muncul asap putih pada knalpot.

Asap putih ini disebabkan oleh masuknya oli pada bagian celah piston dan blok silinder yang baret. Bisa dikatakan kebocoran sedang terjadi dan hanya bisa diatasi dengan mengganti komponen mesin.

2. Mesin Motor akan Cepat Panas

Tidak hanya sistem pendinginan pada motor saja yang bekerja untuk menyerap panas dari ruang bakar. Oli juga berperan cukup besar dalam menyerap panas yang muncul karena gesekan mesin.

Overheating pada motor bisa terjadi ketika kamu sering menunda mengganti oli. Kerusakan karena panas ini akan mempengaruhi komponen kepala silinder menjadi melengkung.

Kepala silinder yang melengkung tidak bisa diperbaiki selain harus diganti. Kamu pun harus bersiap mengeluarkan banyak biaya untuk menggantinya.

3. Penggunaan BBM yang Semakin Boros

Akibat telat ganti oli motor selanjutnya adalah konsumsi bahan bakar yang semakin meningkat. Kerugian ini tentu akan membuat kantong kamu semakin jebol karena konsumsi BBM di atas normal.

Walaupun BBM yang digunakan sudah terlalu banyak, namun tidak diimbangi dengan performa kendaraan. Laju kendaraan tidak akan cepat sesuai dengan BBM yang digunakan.

4. Biaya Perawatan Jauh Lebih Mahal

Ada begitu banyak komponen yang harus diganti dimulai dari kepala silinder yang sudah melengkung. Selain itu komponen seher dan blok silinder juga akan baret karena jumlah oli dan kualitasnya menurun.

Kepala silinder adalah komponen yang pertama kali terkena imbas ketika kualitas oli buruk. Kemudian merembet ke bagian noken as dan juga pelatuk. Bayangkan saja berapa biaya yang harus kamu keluarkan untuk mengganti komponen tersebut?

Meskipun hanya diperbaiki, efeknya hanya sesaat. Kamu pun harus bersiap bolak balik ke bengkel untuk melakukan perbaikan.

5. Komponen Memiliki Usia Pendek

Kerusakan komponen tersebut akan terjadi lebih cepat dibandingkan motor yang rutin ganti oli. Padahal komponen tersebut seharusnya bisa digunakan sampai belasan hingga puluhan tahun.

Kamu harus bersiap dengan akibat telat ganti oli motor ini dalam hitungan beberapa tahun saja. Otomatis waktu kamu untuk bisa berkendara dengan nyaman juga akan berkurang.

Mau tidak mau kamu harus menyiapkan dana untuk mengganti komponen atau justru menggantinya dengan motor baru.

6. Motor Tidak Nyaman Dikendarai

Selain usia komponen yang semakin pendek, motor pun tidak akan nyaman digunakan. Kamu yang harus menggunakan motor setiap hari mungkin akan mendengar suara mengganggu dari arah mesin. Motor juga bisa mogok atau mati kapan saja, padahal kamu sedang dalam perjalanan ke kantor atau acara penting lainnya. Semua aktivitas kamu akan terganggu karena alat transportasi kesayangan mulai rewel.

Semua akibat telat ganti oli motor tentu tidak boleh dianggap remeh. Jika kamu ingin usia motor jauh lebih lama, maka gantilah oli dengan rutin.

Penggantian oli motor ini hanya perlu dilakukan setiap 1.500 hingga 4.000 km atau sebulan sampai dua bulan sekali. Batas toleransi yang bisa diikuti hanyalah 500 sampai 1.000 km.

Jika kamu membiarkan oli yang buruk tetap digunakan, maka semua masalah di atas akan muncul.

* Ciri-Ciri Motor Sudah Harus Ganti Oli

Biasanya setiap bengkel resmi akan memberikan stiker berisi km motor harus servis ulang sekaligus ganti oli. Berpatokan dengan angka km tersebut adalah cara mudah untuk mengetahui kapan motor harus ganti oli.

Namun ada kalanya kamu harus mengetahui ciri-ciri lainnya dari motor yang perlu ganti oli. Berikut ini beberapa ciri yang bisa diperhatikan.

- Suara Mesin Menjadi Kasar
Ciri pertama yang mudah untuk dikenali adalah munculnya suara kasar dari arah mesin. Hal tersebut disebabkan volume oli berkurang dan terlalu encer. Selain suara yang kasar, kamu juga akan merasakan tarikan menjadi berat.

Kendaraan pun tidak dapat melaju dengan lebih kencang seperti biasanya. Inilah yang menjadi waktu tepat untuk mengganti oli.

- Warna Oli Menjadi Hitam

Apabila kamu ingin mengecek secara pasti bahwa kualitas oli sudah tidak layak pakai, bisa membuka baut pada bagian pembuangan oli. Cek apakah oli yang keluar berwarna hitam dan juga encer.

Warna hitam pada oli ini disebabkan kerak dari sisa pembakaran bercampur dengan oli. Bentuk cairannya pun akan sangat encer dan sudah tidak bisa digunakan kembali. Seharusnya warna oli adalah kuning atau biru yang transparan dan kental.

- Mesin Cepat Panas
Ciri lainnya yang juga mudah diperhatikan adalah mesin jadi terasa cepat panas. Padahal kamu baru menggunakannya dalam beberapa menit atau baru memanaskannya saja.

Hawa panas ini akan terasa pada bagian kaki ketika berkendara dan cukup mengganggu perjalanan. Jangan tunda lagi jika tanda ini sudah muncul karena bisa mengakibatkan mesin mati mendadak.

Cukup memperhatikan ciri ini dan melakukan tindakan pencegahan, maka akibat telat ganti oli motor pun tidak akan kamu alami. Selain itu pada saat mengganti oli, pastikan kamu menggunakan jenis oli yang disarankan bengkel resmi.

Hindari menggunakan oli yang ditawarkan dengan harga murah, karena kualitasnya tentu tidak sebanding. Waspada juga penggunaan oli bekas yang justru akan mempercepat kerusakan mesin.