Agar Tak Celaka, Ini Tips Mengerem saat Kondisi Basah

Ilustrasi. - Freepik
02 Januari 2022 00:27 WIB Newswire Otomotif Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Hujan masih mengguyur saat awal tahun 2022. Para pengendara motor wajib memperhatikan beberapa hal, termasuk cara pengeraman di aspal yang basah. Jika dalam kondisi mendesak sehingga harus tetap berkendara saat hujan, bikers perlu menyiapkan jas hujan berwarna cerah dengan model baju sendiri dan celana sendiri, bukan jas hujan yang memanjang ke bawah. Selain itu, menggunakan helm dengan kaca bening untuk keamanan dan kenyamanan saat berkendara.
Setelah hujan deras mengguyur, bikers akan dihadapkan pada situasi aspal yang basah dan genangan air. Tentunya, pengendalian motor berbeda bila dibandingkan saat kondisi jalanan kering. Sebab kondisi yang basah membuat jalanan terasa lebih licin.
Instruktur Safety Riding Astra Motor Jateng, Alfian Dian Pradana membagikan tips bagaimana melakukan pengereman yang aman saat kondisi aspal atau jalanan basah. Bikers harus paham tugas ban motor adalah menopang bobot kendaraan, mencengkram dan berputar melintasi permukaan jalan, meredam benturan, dan menyalurkan tenaga mesin menjadi tenaga dorong untuk kendaraan.
Sedangkan ketika kondisi aspal basah, maka tugas ban bertambah, yaitu menekan dan mengarahkan air keluar dari jalur ban yang mengakibatkan butuh waktu tambahan untuk optimal mengeluarkan air dari jalurnya. Waktu tambahan ini yang harus bikers penuhi agar ban tidak kehilangan cengkraman dari aspal.
Berkendara dengan kecepatan rendah sangat membantu ban memiliki waktu untuk mengusir air dari jalur ban. Hindarilah manuver yang tiba- tiba, pengereman untuk berhenti bisa dilakukan dengan menutup gas sempurna. Dengan demikian. tenaga mesin hilang secara normal dan dilanjutkan pengereman kombinasi depan dan belakang bersamaan, sedikit lebih kuat yang depan, lalu penyaluran tenaga ke tuas rem harus bertahap dan pastikan mengarahkan kendaraan berhenti di tempat yang aman.
Jika butuh menurunkan kecepatan tanpa berhenti total, maka cukup menggunakan rem belakang dengan tenaga untuk menekan atau menarik tuas dilakukan secara halus. Kondisi di atas harus memiliki ruang yang cukup, sehingga lebih aman dengan selalu menjaga jarak dengan kendaraan di sekitarnya. “Kedalaman alur ban akan membantu tugas ban mengalirkan air keluar dari jalurnya, pengecekan bisa secara langsung visual memanfaatkan TWI (tread wear indicator) di ban, atau memanfaatkan gratis program cek dulu ke AHASS terdekat untuk memastikan kendaraan siap dan aman dikendarai,” ucapnya.