Advertisement

Sandiaga Uno Ungkap Syarat World Superbike Mandalika Bisa Digelar

Newswire
Minggu, 29 Agustus 2021 - 05:57 WIB
Sunartono
Sandiaga Uno Ungkap Syarat World Superbike Mandalika Bisa Digelar Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno. - Antara/Kemenparekraf

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno mengatakan World Superbike di Mandalika dapat terselenggara jika prakondisi Covid-19 dapat terpenuhi.

“Seperti situasi pandemi terkendali, akselerasi program vaksinasi termasuk bagi pekerja parekraf dan keluarganya di Nusa Tenggara Barat (NTB), khususnya di Lombok Tengah,” kata Sandiaga dalam keterangan pers di Jakarta, Sabtu (28/8/2021).

Selain itu, katanya, juga ketersediaan rumah sakit tercukupi, sertifikasi CHSE (Cleanliness, Health, Safety, dan Environment Sustainability) end-to-end terpenuhi, hingga kesiapan industri.

PROMOTED:  Resmikan IKM di Umbulharjo, Dinas Perinkopukm Jogja Berharap IKM Naik Kelas

Lebih lanjut, Sandiaga mengatakan reaktivasi sektor parekraf melalui konsep travel corridor arrangement (TCA) terus disiapkan.

Selain Bali, Batam, dan Bintan yang menjadi pilot project dalam penerapan TCA, ajang World Superbike yang rencananya digelar di Mandalika pada 12-14 November 2021 juga diproyeksikan akan menjadi uji coba dalam penerapan TCA, karena kegiatan tersebut mampu mendatangkan wisatawan dari berbagai negara.

“Ini kita persiapkan secara totalitas baik dari sisi industri maupun regulasinya. Jika prakondisinya bisa terpenuhi, ini akan menjadi salah satu ajang yang kita uji cobakan,” ungkap Menparekraf dalam Forum Brainstorming Kepala Perwakilan RI se-Asia Tenggara.

Dia juga mendorong agar para pelaku parekraf di Mandalika dan destinasi super prioritas lainnya dapat menyiapkan ciri khas kearifan lokal yang terdapat di daerahnya masing-masing.

Deputi Bidang Kebijakan Strategis Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) Kurleni Ukar menambahkan bahwa saat ini pihaknya masih terus berkoordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait dalam penerapan TCA, terutama dengan Satgas Covid-19, mengingat situasi pandemi yang sangat dinamis.

Koordinasi juga dilakukan dengan Kementerian Luar Negeri untuk menentukkan negara mana saja yang low risk, sehingga nantinya bisa masuk ke Indonesia. Juga, penyiapan aturan dan kebijakan disiapkan berdasarkan traveler journey, yakni sebelum keberangkatan, selama berwisata, hingga kembali ke negara asal.

Advertisement

“Kita juga akan melakukan uji coba mulai dari charter flight beberapa negara. Semua fasilitas kesehatan dan asuransi juga akan kami siapkan,” katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Antara

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Advertisement

alt

Dijamu BCS, Brajamusti & Maident Doa Bersama di Maguwoharjo, Jogja Sleman Bersaudara

Sepakbola
| Kamis, 06 Oktober 2022, 20:57 WIB

Advertisement

alt

Satu-satunya di Kabupaten Magelang, Wisata Arung Jeram Kali Elo Terus Dikembangkan

Wisata
| Kamis, 06 Oktober 2022, 07:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement