Penjualan Mobil Mewah di Indonesia Anjlok saat PPKM Darurat

Mercedes Benz New S-Class S 450. - Mercedes/Benz Distribution Indonesia
14 Agustus 2021 13:47 WIB Muhammad Khadafi Otomotif Share :

Harianjogja.com, JAKARTA — Pada Juli 2021, penjualan otomotif premium alias mobil mewah di Tanah Air berada pada level paling rendah dalam tujuh bulan terakhir atau sepanjang tahun ini. 

Dalam laporan Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), ada lima mobil yang mengincar pasar orang kaya Tanah Air, yakni Mercedes-Benz, BMW, Lexus, Audi, dan Mini.

Pada bulan lalu, seluruh merek tersebut melaporkan penjualan dealer ke konsumen sebanyak 352 unit atau turun 40,9 persen secara bulanan. Realisasi pengiriman tersebut bahkan jauh lebih rendah dibandingkan dengan rata-rata penjualan per bulan mobil mewah tahun ini, yakni 518 unit. 

Seluruh merek membukukan penurunan penjualan selama PPKM Darurat, kecuali Audi. Namun Audi hanya menguasai 0,5 persen pasar, sehingga tidak kuat untuk mendorong pertumbuhan. 

Penurunan secara bulanan paling dalam pada Juli 2021 dirasakan oleh Mercedes-Benz dengan 51,0 persen. Kemudian diikuti oleh BMW 38,1 persen, Lexus 37,6 persen, dan Mini 30,1 persen. Audi pada Juli membukukan pertumbuhan bulanan sebanyak 150 persen. 

Adapun penjualan mobil mewah pada Juli 2021 bahkan lebih rendah dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Pada tahun lalu, saat PSBB diberlakukan, pengiriman unit dari merek-merek mobil mewah ke konsumen mencapai 497 unit. 

Capaian Juli 2021, kontras dengan 6 bulan sebelumnya. Sepanjang semester I/2021, pasar mobil premium menunjukan pemulihan yang menjajikan. Merek-merek mobil mewah di Tanah Air yang tercatat Gaikindo pada enam bulan pertama tahun ini telah mencatat pertumbuhan, tidak hanya dibandingkan dengan 2020, tetapi juga dengan 2019 atau sebelum pandemi Covid-19. 

Kendati demikian, bila dibandingkan dengan tahun lalu, penjualan mobil premium secara akumulatif sepanjang Januari–Juli 2021 tumbuh 28,4 persen secara tahunan. Mercedes-Benz menjadi penguasa pasar dengan pangsa 36,9 persen. 

BMW menempel ketat dengan pangsa pasar 36,2 persen. Lexus dan Mini, masing-masing menggenggam 16 persen dan 10,4 persen, sedangkan Audi hanya 0,5 persen. 

Sementara itu, secara total, pasar mobil turun 2,6 persen secara bulanan menjadi 64.028 unit. Mengutip laporan Gaikindo, hanya ada empat merek yang mampu mengakselerasi kinerja penjualannya pada bulan lalu, yakni Toyota, Honda, Mitsubishi Motors, dan Mercedes-Benz Commercial Vehicle (CV).

Sumber : bisnis.com