Ternyata Salah Satu Penyebab Mobil Mewah Terbengkalai di Dubai Adalah Tak Mampu Bayar Kredit

Banyak mobil mewah yang terbengkalai di Dubai, ini sebabnya. - Ist/ Youtube Donut Media
22 Juni 2021 17:27 WIB Newswire Otomotif Share :

Harianjogja.com, DUBAI - Kota Dubai dikenal menjadi salah satu kota di Uni Emirat Arab (UEA) yang banyak dihuni orang super kaya. Tak heran jika di daerah tersebut, tak sedikit orang yang punya tunggangan serba mewah.

Tapi, tak seperti di kebanyakan daerah di mana kendaraan-kendaraan berharga selangit selalu dirawat sebaik mungkin, di Dubai, banyak dijumpai mobil sekelas Ferrari, Lamborghini bahkan Bugatti yang ditemukan terbengkalai tak terawat. Apa sebab?

Dikutip dari Donut Media, pertama perlu disimak bahwa UEA merupakan salah satu daerah yang punya sumber minyak dan gas, sehingga banyak orang sana yang menjadi "tajir melintir" akibat perdagangan sumber daya tersebut.

Baca juga: Tak Cuma Billy Gilmour, Ini Daftar Pemain Euro 2020 Positif Covid-19

Punya banyak pemasukan, kota ini pun kian dibanjiri dengan sederet fasilitas kota yang mewah, serta banyak lokasi-lokasi wisata yang cocok untuk dikunjungi mereka yang berduit.

Tak cuma itu, banyak pebisnis luar negeri yang memutuskan untuk tinggal di daerah tersebut. Dengan kekayaan yang melimpah, plus tersedianya banyak mobil mewah di pasaran, orang-orang ini pun tergiur untuk membeli kendaraan-kendaraan mahal tersebut.

"Salah satu keuntungan untuk tinggal di UAE adalah tidak ada pajak penghasilan. Hal ini membuat orang yang tinggal di sana punya uang ekstra untuk 'dibakar' dengan beli mobil mewah. Banyaknya tempat berbelanja, jalanan yang sangat mulus, serta kemudahan untuk membeli mobil mewah bekas menjadi faktor kenapa banyak orang punya mobil sport di sini," tutur pengamat otomotif dari Donut Media, Nolan Sykes.

"Memiliki mobil sport adalah cara yang mudah untuk menunjukkan kemewahan. Eksklusivitas dalah kunci di gaya hidup jalan raya di sini."

Namun, beberapa orang memboyong mobil ini dengan cara hutang atau kredit. Sementara itu, di negara penghasil minyak ini terdapat hukum di mana keterlambatan membayar cicilan dianggap sama dengan mencuri, membuat pihak peminjam uang bisa dipenjara.

"Tak selamanya bisnis itu untung, ada kalanya para pebisnis mengalami masalah finansial sehingga mereka tak bisa membayar pinjaman," lanjutnya.

"Hal ini membuat mereka yang enggan dipenjara, kabur dari Dubai dengan segala cara, termasuk dengan meninggalkan kendaraan mewahnya," pungkasnya.

Sumber : Suara.com