Mitsubishi & Nissan Berencana Produksi Mobil Listrik Rp200 Juta-an

Mobil konsep listrik Nissan yang ditampilkan pada 2019. - Nissan
14 Maret 2021 14:17 WIB Muhammad Khadafi Otomotif Share :

Harianjogja.com, JAKARTA — Dua pabrikan Jepang, Mitsubishi dan Nissan punya rencana memproduksi mobil listrik seharga Rp200 juta-an. Mobil ini berpotensi menggerus pasar kendaraan berbahan bakar fosil karena selama ini kendala utama mobil listrik adalah harga jual yang tinggi. 

Mengutip Nikkei, Sabtu (14/3/2021), harga jual bisa ditekan karena kerja sama kedua pabrikan dalam hal berbagi platform. Dengan demikian skala ekonomi tetap tercapai meskipun harga jual rendah. 

Adapun kendaraan listrik yang akan diproduksi Mitsubishi-Nissan adalah mobil kecil atau biasa disebut kei car di Jepang. Mobil ini cocok digunakan di dalam kota, dengan kapasitas baterai yang ditekan, sehingga hanya dapat menempuh jarak sekitar 200 km. Menekan kapasitas baterai tersebut memangkas banyak biaya produksi.

Saat ini, penguasa pasar mobil di Jepang adalah kei car, sehingga mobil listrik mungil akan memaikan peran penting dalam mempercepat adopsi mobil bertenaga baterai. Seperti diketahui, saat ini Jepang cukup jauh tertinggal dalam hal mobil listrik dibandingkan Eropa dan China. 

Saat ini beberapa mobil listrik yang dipasarkan di Jepang tegolong mahal, meskipun telah mendapatkan subsidi dari pemerintah. Nissan Leaf yang memiliki jarak tempuh 458 kilometer dalam satu kali pengisian baterai dijual dengan harga 4,41 juta yen atau Rp582,18 juta (dengan asumsi kurs Rp132). 

Selain itu juga ada Mitsubishi Motors' i-MiEV yang akan diproduksi bulan ini. Mobil ini diperkirakan akan dilego dengan harga 3 juta yen atau Rp396,04 juta.

Sementara itu, di dunia, mobil mungil dari Wuling menjadi mobil listrik terlaris di China, pasar terbesar mobil listrik saat ini. Berdasarkan data Asosiasi Mobil Penumpang China (CPCA), melalui moneyball, penjualan Wuling Hong Guan Mini EV mencapai 43.085 unit sepanjang Januari–Februari 2021. Pada periode yang sama, Tesla Model 3 terjual 27.531 unit.

Dominasi Hong Guang Mini EV di China bukan tanpa sebab. Mengutip BBC, varian paling rendah mobil ini memiliki harga jual US$4.500 atau setara Rp65 juta. Sementara itu untuk varian dengan pendingin udara (AC) dibanderol US$5.000 atau sekitar Rp72 juta.

Harga yang ditawarkan Wuling berbanding jauh dengan Tesla Model 3 yang diproduksi di, China. Harga Tesla Model 3 diketahui mencapai US$39.000 atau setara Rp560 jutaan.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia