Pabrik Honda Indonesia Incar 31 Negara sebagai Target Ekspor

Petugas memeriksa mobil yang siap diekspor di IPC Car Terminal, PT Indonesia Kendaraan Terminal (IKT), Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta. - JIBI/Bisnis.com/Dwi Prasetya
12 Maret 2021 23:27 WIB Muhammad Khadafi Otomotif Share :

Harianjogja.com, JAKARTA—Pabrik Honda di Indonesia menargetkan memiliki 31 negara tujuan ekspor. Hal ini seiring dengan adanya model baru yang diproduksi di Indonesia mulai tahun depan. 

"Ada 31 negara, ada Asia, Afrika, Amerika Utara, Amerika Tengah, dan Amerika Selatan. Ini model baru yang akan diekspor ke 31 negara ini hanya diproduksi di Indonesia," kata Agus usai kunjungan ke Jepang belum lama ini. 

Menperin mengatakan saat ini Honda hanya mengapalkan kendaraan utuh atau CBU (completely built up) ke dua negara tujuan, yakni Filipina dan Vietnam. Pada tahun lalu, di tengah pandemi Covid-19, volume ekspor ke dua negara tersebut sebanyak 5.970 unit atau turun 12,8 persen secara tahunan.

Meskipun turun, kinerja ekspor CBU Honda masih jauh lebih baik dibandingkan dengan angka penjualan ritel di Indonesia. Pada tahun lalu, Honda mengirimkan 79.451 unit ke konsumen atau anjlok 46,8 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya. 

Selain menambah negara tujuan ekspor, Agus juga menyatakan Honda hendak menambah investasi di Indonesia sebesar Rp5,2 triliun dan akan merelokasi pabrik dari India ke Indonesia.

“Honda memberikan komitmen bahwa akan menambah investasi sampai dengan 2024 sekitar Rp5,2 triliun. Ini termasuk pengembangan model-model baru yang akan dikembangkan di Indonesia. Kami akan dorong terus kegiatan ekspansinya di Indonesia,” ujarnya.

PT Honda Prospect Motor (HPM), pemegang merek mobil Honda di Indonesia menjelaskan bahwa rencana pemindahan fasilitas produksi adalah pabrik komponen. Hal ini bertujuan meningkatkan kandungan lokal model-model yang diproduksi di Indonesia.  

Mengutip data Gaikindo, pengapalan komponen Honda ke berbagai negara dari Indonesia dalam tren positif. Pada 2018 Honda melaporkan ekspor komponen sebanyak 689.312 unit. 

Setahun setelahnya, volume naik lebih dari 3 kali lipat atau menjadi 2,5 juta unit. Kontribusi Honda terhadap volume ekspor komponen otomotif secara nasional pun meningkat dari 0,8 persen menjadi 3,2 persen. 

Pada tahun lalu, di tengah pandemi Covid-19, bahkan ekspor komponen Honda tetap tumbuh. Pabrikan melaporkan pengiriman komponen sebanyak 3,3 juta unit, sehingga kontribusinya terhadap ekspor secara nasional naik menjadi 5,4 persen. 

Adapun dalam kunjungan ke Jepang, Menperin jg bertemu dengan dengan pelaku utama industri otomotif lain, seperti Toyota, Mitsubishi, Suzuki, dan Mazda. Tujuan utama kunjungan kerja Menperin kali ini adalah menggaet tambahan investasi di sektor otomotif.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia