Tesla Siap Berinvestasi di Indonesia

CEO Volkswagen AG Herbert Diess dan CEO Tesla Motors berswafoto dalam pertemuan keduanya minggu lalu (3/9/2020) di Jerman - LinkedIn Herbert Diess.
26 Januari 2021 23:17 WIB Dionisio Damara Otomotif Share :

Harianjogja.com, JAKARTA – Produsen mobil listrik asal Amerika Serikat, Tesla, bakal berinvestasi di Indonesia pada tahun ini.

Kepada Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengklaim bahwa Tesla akan segera menandatangani kontrak investasi baterai mobil listrik di Indonesia pada 2021. Namun, dia tidak secara gamblang menyebutkan kapan hal itu terealisasi.

Selain Tesla, Bahlil menyatakan bahwa perusahaan kimia asal Jerman, Badische Anilin-und Soda-Fabrik (BASF) juga akan berinvestasi di Indonesia.

“Sebentar lagi yang akan kami teken [investasi] ini adalah BASF sama Tesla,” kata Bahlil, dikutip dari unggahan BKPM di YouTube, Selasa (26/1/2021).

Bahlil meyakini bahwa BASF dan Tesla akan mengikuti jejak dua kompetitornya, yakni Contemporary Amperex Technology Co. Ltd (CATL) asal China dan LG Chem Ltd asal Korea Selatan yang terlebih dahulu meneken kontrak investasi di Indonesia.

Dia mengatakan CATL telah menandatangani komitmen investasi senilai US$5,2 miliar, sementara LG sebanyak US$9,8 miliar.

“Kalau keempat ini sudah jalan, dunia akan mulai merasakan kehadiran Indonesia dalam kontribusinya terhadap energi baru terbarukan, khususnya untuk mobil listrik,” tuturnya.

Di sisi lain, kehadiran investasi Tesla dan BASF akan menjadi angin segar bagi Indonesia, yang pada tahun ini menargetkan realisasi investasi menjadi Rp900 triliun.

Target yang ditetapkan Presiden Joko Widodo tersebut lebih tinggi dibandingkan target yang disampaikan BKPM Rp886 triliun dan target dari Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Rp855,8 triliun.

Tugas ini terbilang berat karena meng¬ingat pandemi Covid-19 belum mereda di Tanah Air. Namun, Kepala Negara cukup optimistis target investasi tersebut dapat dicapai BKPM karena sejumlah faktor.

Pertama, beberapa aturan pelaksana dari UU No. 11/2020 tentang Cipta Kerja segera rampung. Kedua, program vaksinasi Covid-19 yang mulai berjalan.

“Arahan Presiden kepada kami itu harus Rp900 triliun. Kami akan mencari formulasi agar target tersebut tercapai,” ujar Bahlil.

Sepanjang tahun lalu, BKPM mencatat realisasi investasi selama 2020 mencapai Rp826,3 triliun, naik 2,1 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Capaian ini bahkan melampaui target BKPM yang sebesar Rp817,2 triliun.

Dari total realisasi investasi tahunan (2020, realisasi penanaman modal asing (PMA) turun 2,4 persen year-on-year (yoy) menjadi Rp412,8 triliun, sedangkan penanaman modal dalam negeri (PMDN) mencatat kenaikan 7 persen ke Rp413,5 triliun.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia