Advertisement

Jepang Baru Akan Hapus Mobil Bensin pada 2030

Fatkhul Maskur
Senin, 28 Desember 2020 - 07:37 WIB
Nugroho Nurcahyo
Jepang Baru Akan Hapus Mobil Bensin pada 2030 Papan reklame Toyota dan Lexus di Moscow, Rusia, 8 Juli 2016. - Reuters

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA - Jepang berencana menghentikan penjualan mobil bertenaga bensin pada pertengahan 2030-an. Pemimpin Toyota Motor Corporation menilai peralihan cepat ke kendaraan listrik dapat melumpuhkan industri mobil.

Rencana yang dirilis Jumat (25/12/2020) mengikuti langkah serupa negara bagian California dan negara-negara besar Eropa, tetapi telah menghadapi penolakan dari para eksekutif otomotif di negara yang masih menghasilkan jutaan mobil setiap tahun yang hanya menggunakan mesin bensin.

Jepang masih akan mengizinkan penjualan mobil hibrida atau gabungan mesin bensin dan listrik setelah 2035 berdasarkan rencana tersebut, mengutip laporan Asian Wall Street Journal yang dilansir Antara, Minggu (27/12/2020).

PROMOTED:  Resmikan IKM di Umbulharjo, Dinas Perinkopukm Jogja Berharap IKM Naik Kelas

Banyak model dari pembuat mobil top Jepang--Toyota, Honda Motor Co dan Nissan Motor Co--datang dalam versi tradisional dan hibrida.

Awal bulan ini, Presiden Toyota Akio Toyoda mengatakan bahwa jika Jepang melarang mobil bertenaga bensin dan pindah ke kendaraan listrik terlalu tergesa-gesa. "Model bisnis industri mobil saat ini akan runtuh".

Dia berbicara atas nama pembuat mobil Jepang dalam perannya sebagai kepala asosiasi industri lokal. Toyoda mengatakan jaringan listrik tidak dapat menangani permintaan musim panas tambahan dan mengamati bahwa sebagian besar listrik Jepang dihasilkan dengan membakar bahan bakar fosil.

Pejabat pemerintah mengatakan pembuat mobil perlu merevisi model bisnis mereka. Perdana Menteri Yoshihide Suga merujuk ke bagian berbeda dari komentar Toyoda di mana kepala Toyota mengatakan dia mendukung tujuan pemerintah membuat Jepang netral karbon pada tahun 2050.

Kementerian Ekonomi, Perdagangan, dan Industri Jepang menggelar konferensi pekan lalu untuk membahas target nol-emisi 2050, dengan para eksekutif dan ahli manufaktur bergabung dalam dialog. Rencana pengurangan gas rumah kaca, termasuk regulasi khusus, akan disusun pemerintah bulan ini.

Bagian dari agenda tersebut juga mempromosikan pengembangan teknologi kendaraan listrik generasi mendatang, seperti baterai solid-state. Jepang berencana untuk menetapkan target semua kendaraan yang dipasarkan di negara itu adalah kendaraan listrik dan hibrida pada petengahan 2030.

Advertisement

Yang juga sedang dipertimbangkan adalah pasar perdagangan kredit karbon di antara para pembuat mobil sehubungan dengan kuota penjualan untuk kendaraan ramah lingkungan.

"Ini perlu dipertimbangkan seiring dengan kebijakan energi,” kata salah seorang peserta konferensi, dikutip Nikkei Asia.

Jepang akan merevisi rencana energi dasarnya tahun depan. Persoalannya adalah sejauh mana memperluas pangsa pembangkit listrik yang bersumber dari energi terbarukan. Sasaran fiskal 2030 adalah mencapai 22 persen hingga 24 persen, naik dari rasio 18 persen pada fiskal 2019.

Advertisement

Sementara negara-negara besar Eropa memiliki target sekitar 40 persen.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Bisnis.com

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Advertisement

alt

Dijamu BCS, Brajamusti & Maident Doa Bersama di Maguwoharjo, Jogja Sleman Bersaudara

Sepakbola
| Kamis, 06 Oktober 2022, 20:57 WIB

Advertisement

alt

Satu-satunya di Kabupaten Magelang, Wisata Arung Jeram Kali Elo Terus Dikembangkan

Wisata
| Kamis, 06 Oktober 2022, 07:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement