Mengenang Mitsubishi R400, Bus Jadul Pertama Kali Dimiliki TNI AU

Bus jadul
07 September 2020 20:57 WIB Desyinta Nuraini Otomotif Share :

Harianjogja.com, JAKARTA--Bus sempat merajai transportasi di era 1960-1980 karena menjadi angkutan yang paling banyak digunakan masyarakat. Selain berkapasitas besar, bus dipilih karena ongkosnya pun terjangkau. 

Tak hanya sebagai angkutan umum, bus juga dipakai banyak institusi negara seperti Tentara Nasional Indonesia (TNI). Sebut saja Mitsubishi Fuso seri R400 yang  pertama kali dimiliki TNI Angkatan Udara Malang pada 1963. 

Bus lawas Fuso ini memiliki ciri khas cangkang lampunya yang menonjol. Kini, salah satu bus tersebut bertengger di garasi milik penerus Perusahaan Otobus (PO) Sumber Alam, Anthony Steven Hambali.

BACA JUGA : Bus Pengangkut Ratusan Penumpang Kembali Berdatangan 

Anthony mengatakan Fuso seri R400 dibeli langsung ayahnya, Judi Setijawan Hambali dari TNI AU Malang untuk dikoleksi. Fuso tersebut menurutnya cukup menarik. Sebab di era-nya, bus tersebut sudah memakai sistem mesin di bagian belakang dan menerapkan rem udara. 

"Untuk tahun 60-an, itu teknologinya sudah canggih. Bodynya masih build up dari Jepang. Lampu-lampunya unik terpengaruh desain 60-an," kataAnthony yang bersemangat menceritakan megahnya Fuso klasik tersebut kepada Bisnis baru-baru ini.

Berlatar keluarga pecinta otomotif memang membuat Anthony ikut-ikutan gemar mengoleksi alat transportasi klasik atau jadul, termasuk bus. Setidaknya ada 5 bus klasik yang bertengger di garasi rumahnya. Selain sebuah Fuso seri R400 dan 2 unit Dodge 500, aja juga sebuah Nissan keluaran 1960 dan Mercedes Benz OF tahun peralihan 1970-1980 yang tengah menunggu restorasi.

BACA JUGA : Ini Bocoran Aturan New Normal di DIY: Penumpang Bus Tak

"Bus yang ada sekarang ini saya cuma meneruskan dari ayah untuk merawat saja. Ini hobi yang diturunkan. Kita berniat untuk menyimpan bagian sejarah transportasi," tegasnya. 

Tak dipungkiri sejarah selalu menjadi faktor utama seseorang mengoleksi barang antik. Setidaknya kata Anthony, dia bisa mengenang dan mengenalkan alat transportasi yang pernah berjaya di masanya itu kepada generasi penerus bangsa. Apalagi, setiap bus memiliki keunikannya tersendiri. 

Tak jarang bus-bus koleksi keluarganya itu dipanaskan dan menjamah jalanan hingga Alun-alun Purworejo tempat tinggalnya kini. "Buat keliling-keliling wisata daerah sini. Sering disewa juga untuk acara TV dan jadi properti film," sebut Anthony.

BACA JUGA : Pergerakan Bus di Terminal Jombor Mulai Meningkat Meski  

Oleh karena itu, dia sangat merawat koleksi kesayangan keluarganya tersebut. Perawatan rutin dilakukan, tak terkecuali restorasi terhadap unit-unit yang tinggal kerangka saja seperti Mercy dan Nissan. 

Anthony pun berencana untuk menambah koleksi bus klasik yang pernah berlalu-lalang di Indonesia. Jika ada yang menarik dan masih memiliki badan bus yang bagus serta orisinil, dia akan membelinya. "Kita ingin menyelamatkan itu juga," tukasnya.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia