Karet Van Belt Motor Matik Baru Bisa Putus, Ini Penyebabnya

Ilustrasi Van belt atau v-belt. Continental memberikan garansi 5 tahun untuk bengkel terdaftar untuk sabuk waktu CT1228 baru - Dok./Continental
31 Juli 2020 06:27 WIB Dionisio Damara Otomotif Share :

Harianjogja.com, JAKARTA – Van belt atau v-belt merupakan salah satu bagian penting pada motor. Sama seperti perangkat penting lainnya, v-belt juga bisa mengalami masa kedaluwarsa atau putus jika sudah rusak dan perlu diganti.

Suzuki Indonesia, dalam situs resminya memberikan sejumlah tip dan trik mengenai sejumlah fakta yang dapat membuat karet v-belt putus.

Ada beberapa faktor yang menyebabkan van belt motor mudah putus, bahkan meski usia penggunaannya belum lama. Kebanyakan orang berpikir bahwa jarak tempuh adalah penyebab utamanya. Faktanya, jarak tempuh tidak memberi pengaruh besar pada v-belt.

BACA JUGA : Maxi Yamaha Motor Matik dengan Performa Terbaik 

Faktor utama yang menyebabkan v-belt mudah putus adalah akselerasi atau beban kerja pada belt yang terlalu berlebihan. Selain itu, terdapat pula faktor lain yang memengaruhi kondisi v-belt.

Saat mesin dalam keadaan yang tidak prima dan motor digunakan di jalanan yang ekstrim, v-belt akan mengalami penurunan fungsi secara otomatis.

Berkaitan dengan itu, komponen lain yang juga sering diabaikan padahal memegang peranan yang amat penting adalah pelumas.

Pelumasan pada transmisi gearbox atau CVT merupakan hal yang sangat penting. Terlebih pada motor matik, yang memiliki transmisi berbeda dengan motor biasa.

BACA JUGA : Pengendara Motor Matik Diimbau Tidak Naik ke Embung 

Apabila proses pelumasan dilupakan begitu saja dan tidak terawat, komponen akan seret, sehingga v-belt motor menjadi lebih berat.

Jika v-belt pada motor menanggung beban yang berat, kondisi v-belt akan semakin memburuk dan mudah putus. Apabila motor terasa lebih berat dan sabuk CVT berkurang serta semakin melar, segeralah mengganti v-belt pada motor.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia