Komunitas Xenia Ini Komitmen Rangkul Pemilik Semua Merek Mobil

Komunitas Xenzacy. - Istimewa
26 Juli 2020 17:07 WIB Salsabila Annisa Azmi Otomotif Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Komunitas mobil biasanya beranggotakan para pemilik suatu merek mobil. Tetapi tidak dengan Xenia Avanza Community Jogja (Xencazy/Sensasi). Nyatanya, komunitas ini juga merangkul pemilik segala merek mobil untuk sharing dan belajar bersama soal otomotif. 

Umumnya komunitas mobil hanya mengumpulkan para pemilik dari satu merek mobil. Tetapi menurut para anggota Sensasi, adanya kubu dalam komunitas mobil adalah hal yang kurang menyenangkan. Mereka menginginkan adanya variasi yang justru mempekuat rasa kekeluargaan di dalam komunitas.

Ketua Sensasi, Anggid Ewantoko, mengatakan awalnya komunitas ini memang hanya diisi oleh pemilik mobil Xenia dan Avanza dari kelas nasional. Setelah anggota bertambah banyak, banyak terjadi permasalahan yang disebabkan karena pengkubuan merek mobil.

Tak mau ambil pusing, para anggota sepakat mengubah sistem yang mendobrak standar komunitas mobil pada umumnya. “Kalau berdiri sendiri-sendiri, hanya karena brand mobil bisa jadi pecah belah dan membeda-bedakan. Akhirnya seiring dengan berjalannya waktu, anggotanya bukan hanya pemilik Xenia atau Avanza, semua merek mobil boleh gabung,” kata Anggid kepada Harianjogja.com, Kamis (16/7).

Sistem baru perekrutan anggota itu terinspirasi dari para tetua komunitas yang berganti mobil namun masih bergabung. Mereka kemudian berfikir untuk merekrut para pemilik mobil lain menjadi anggota.

Selain menghilangkan sekat dan menambah rasa kekeluargaan, cara ini digunakan untuk memperluas pengetahuan anggota seputar bidang otomotif. “Pokoknya di sini kami buat hiburan, nongkrong bareng. Makin banyak merek mobil yang bergabung, berarti artinya pengetahuan anggota lebih luas. Misalnya brand ini plusnya apa, minusnya apa. Jadi tidak hanya memahami Xenia dan Avanza,” kata Anggid.

Setiap sebulan sekali, kata Anggid, anggota rutin melakukan kopi darat di basecamp komunitas, tepatnya di Bengkel One Spring, Jalan Veteran, Jogja. Tak hanya membahas soal mobil dan suku cadang, mereka juga membahas kehidupan masing-masing dan mengobrol santai untuk mempererat tali persaudaraan.

Anggid mengaku suasana kumpul tanpa membeda-bedakan brand atau merek mobil lebih terasa kekeluargaannya. Tidak ada rasa saling mengunggulkan brand mobil miliknya. Semua berbagi ilmu tentang bidang otomotif sesuai dengan merek mobilnya. 

Aturan Tegas

Demi menjaga konsistensi pertemuan, antaranggota tak lupa saling mengingatkan untuk rajin berkumpul. Bahkan ada peraturan bahwa setiap anggota yang tidak pernah ikut kopi darat akan dicoret dari komunitas. “Oleh karena itu saat ini yang aktif hanya sekitar 20 orang,” kata Anggid.

Anggid mengatakan aturan tersebut diberlakukan untuk memaksimalkan fungsi stiker komunitas. Menurut kesepakatan para anggota, hanya yang aktif yang boleh menempelkan stiker komunitas di mobil mereka. Hal ini untuk melatih komitmen anggota dan memberikan reward bagi mereka yang rajin berkumpul. “Stiker itu tidak sekadar stiker, kalau mereka menempelkan stiker padahal jarang berkumpul, jarang gabung acara dealer atau komunitas lain, nanti dipertanyakan. Stiker itu juga tanda bahwa anggota mendapat benefit diskon di beberapa bengkel yang kerja sama dengan kami,” kata Anggid.