Industri Modifikasi & Komponen Aftermarket Andalkan Pemasaran Online di Tengah Pandemi

Karyawan dealer mobil Nasmoco Slamet Riyadi, Solo, berpose di depan mobil peserta kompetisi modifikasi Toyota Agya pada Agya Show Off di halaman Nasmoco Slamet Riyadi, Solo, Minggu (15/10/2019). Kompetisi bertajuk Agya Show Off tersebut diikuti tujuh peserta. - BISNIS.COM/Nicolous Irawan
30 Mei 2020 19:17 WIB Lorenzo Anugrah Mahardhika Otomotif Share :

Harianjogja.com, JAKARTA – Pandemi virus corona (Covid-19) membuat industri modifikasi dan komponen aftermarket Indonesia semakin fokus pada kegiatan-kegiatan daring (online). Asosiasi terkait dan pelaku usaha melakukan beragam upaya, mulai dari webinar hingga penawaran promo.

National Modificator & Aftermarket Association (NMAA) dan Indonesia Modification Expo (IMX) berharap adanya kegiatan diharapkan dapat mendorong gairah dunia modifikasi dan aftermarket di tengah keterbatasan.

Founder NMAA Andre Mulyadi mengatakan, sejumlah kegiatan online yang diadakan pun sukses menggaet ratusan peserta dengan melibatkan beberapa perusahaan komponen aftermarket, modifikator, dan juga didukung pembekalan oleh Kementerian Perindustrian.

“Kami tak menyangka jika kegiatan webinar secara daring, justru menarik banyak perhatian khalayak. Perhatian khalayak pun ternyata tak berhenti begitu saja. Untuk beberapa merek aftermarket dan modifikator yang dilibatkan justru membawa berkah penjualan,” ujar Andre dikutip dari keterangan resmi, Sabtu (30/5/2020).

Menurut Andre, di tengah pandemi dan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dunia usaha memang wajib kreatif dalam melaksanakan pemasaran. Peran NMAA dan IMX dalam hal ini adalah mempertemukan pasar yang potensial untuk produk aftermarket atau jasa modifikasi yang dibutuhkan.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah menggandeng salah satu market place terbesar di Indonesia, Tokopedia. Menurut Andre, hampir semua pelaku industri modifikasi saat ini telah mengubah cara berjualan mereka melalui online platform dan market place.

“Terbukti dari meningkatnya nilai transaksi penjualan kategori otomotif di Tokopedia yang sejak 2019 lalu sampai saat ini mencapai 22 kali lipat,” ujarnya.

Upaya yang berfokus secara online juga dilakukan oleh pelaku industri. Brand Manager Pioneer Indonesia Adi Wijaya mengatakan, sejak akhir Maret, Pioneer Indonesia memacu penjualan produknya secara online dan melalui market place seperti Tokopedia.

“Belum lama ini kami juga merilis produk baru secara online agar konsumen memiliki pilihan produk yang lebih beragam,” katanya.

Sementara itu, PT V-Kool Indo Lestari memfokuskan giat jemput bola kepada konsumen. Business Development Director V-Kool Lianto Winata mengatakan, upaya ini dilakukan guna memperkuat penetrasi penjualan.

“Penjualan kami bergantung pada penjualan otomotif. Secara internal kami lakukan perbaikan ke dalam. Giat servis dan jemput bola tidak bisa santai. Kami melakukan melalui pemasangan ditempat dengan tetap mematuhi protokol kesehatan,” ujarnya.

Yomin Sugianto, Founder Yoong Motor Group mengatakan pihaknya sudah meningkatkan penjualan secara online sejak beberapa bulan yang lalu. Strategi tersebut, lanjutnya, tidak terlalu berpengaruh terhadap penurunan penjualan.

“Konsep penjualan online yang kami lakukan juga dibarengi dengan program promo. Misalnya untuk setiap pembelian headlamp kami beri gratis fog lamp,” imbuhnya.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia