Industri Otomotif Siap Perangi Corona dengan Mengembangkan Ventilator

Foto dari bentuk tiga dimensi model Virus Corona. - Reuters/ Dado Ruvic
01 April 2020 10:22 WIB Dionisio Damara & Setyo Aji Harjanto Otomotif Share :

Harianjogja.com, JAKARTA—Agen pemegang merek kendaraan roda empat menyatakan siap membantu pemerintah dalam memerangi virus Corona atau Covid-19 lewat percepatan pengembangan produksi ventilator. 

Presiden Joko Widodo dalam rapat terbatas, Senin (30/3), di Jakarta, menginstruksikan percepatan pengembangan alat bantu pernapasan atau ventilator agar segera diproduksi dalam negeri. Pasalnya, saat ini, negara lain juga kekurangan pasokan alat kesehatan tersebut.

Yusak Billy, Business Innovation and Marketing & Sales Director PT Honda Prospect Motor (HPM) mengatakan Honda siap berkontribusi dan membantu pemerintah dalam memerangi virus corona.

"Kami sebagai kapasitas manufaktur mobil tentunya akan berkolaborasi dan mendukung semua program dari pemerintah," kata Billy kepada Jaringan Informasi Bisnis Indonesia (JIBI).

Dia mengatakan sampai saat ini, Honda tengah menunggu arahan lebih lanjut dari pemerintah terkait dengan kontribusi yang akan dilakukan.

PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) juga menyatakan kesiapannya untuk berkontribusi sesuai arahan Kementerian Perindustrian, termasuk kemungkinan untuk mengembangkan alat ventilator. “Sebagai bagian dari bangsa Indonesia, kami berupaya untuk berkontribusi dengan turut serta dalam aktivitas-aktivitas di bawah arahan Kementerian Perindustrian," kata Direktur Administrasi, Korporasi dan Hubungan Eksternal TMMIN Bob Azzam.

Bob mengatakan akan membuka peluang untuk mendiskusikan studi pengembangan alat ventilator oleh industri otomotif bersama dengan pemangku kepentingan, seperti pemerintah, akademia, dan industri lainnya. 

Tunggu Pengarahan

"Kami siap mengikuti arahan pemerintah," kata Ketua Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Yohannes Nangoi kepada JIBI.

Hanya, lanjut Yohannes industri otomotif memerlukan arahan dari perusahaan pembuat alat kesehatan. Pasalnya, produk ini sangatlah sensitif lantaran digunakan untuk menyuplai oksigen ke dalam organ vital yakni paru-paru pasien.

Tentunya, lanjut Yohannes, diperlukan standar tersendiri dalam membuat alat kesehatan dan hal itu sangat berbeda dengan pembuatan komponen otomotif.

Dia juga mengatakan industri otomotif perlu akses bahan baku, teknologi, hingga keterampilan dalam membuat alat kesehatan. Untuk itu, perlu arahan agar industri otomotif dapat bekerja sama dengan perusahaan pembuat alat kesehatan. Dia mencontohkan di Amerika Serikat, Ford dan General Motor tidak serta merta membuat ventilator, melainkan memverikan fasilitas pabriknya kepada perusahaan pembuatnya.

"Seperti blue print, alih teknologi, set up standar prosedur, kemudian standar kebersihan, standar bahan baku, dan akses bahan bakunya," ujarnya.  

Seperti diketahui, pemerintah meminta agar dilakukan percepatan pengembangan ventilator di Indonesia. Ventilator merupakan alat kesehatan yang sangat dibutuhkan untuk menangani pasian pengidap virus Corona. Pemerintah juga meminta percepatan pengadaan alat pelindung diri (APD) dan agar menggunakan produk dalam negeri. Saat ini, ada 28 perusahaan produsen APD Indonesia.

Sumber : Bisnis Indonesia