Maret Ini Chevrolet Pamit dari Indonesia

Logo Chevrolet - Reuters/Shamil Zhumatov
04 Maret 2020 07:22 WIB Setyo Aji Harjanto Otomotif Share :

Harianjogja.com, JAKARTA—General Motors (GM) menyampaikan surat perpisahan kepada konsumen mobil Chevrolet di laman resmi. Hal ini lantaran setelah akhir Maret 2020 Chevrolet tak akan menjual mobil baru lagi.

Dalam surat yang dikutip Jaringan Informasi Bisnis Indonesia (JIBI) dari laman resmi Chevrolet, pihak GM menyatakan akan menghentikan penjualan kendaraan baru pada akhir Maret 2020. Namun, pihak GM memastikan tidak akan menghentikan layanan purna jual.

"GM tetap berkomitmen untuk melayani pelanggan kami, melalui Chevrolet, dengan tetap melanjutkan pemberian jaminan dan layanan purna jual di seluruh Indonesia," tutur pihak GM seperti dikutip di laman resmi chevrolet.co.id, Senin (2/3).

Pihak GM juga memastikan akan menghargai seluruh garansi kendaraan dan memberikan layanan serta dukungan purna jual. Selain itu GM menyatakan pelanggan akan tetap mendapatkan layanan perawatan dan perbaikan kendaraan Chevrolet yang dimiliki di gerai resmi yang tersebar di seluruh Indonesia. Pusat layanan pelanggan Chevrolet Indonesia siap untuk memberikan informasi atas pertanyaan-pertanyaan Pelanggan dengan menghubungi 1500 951, 08111024389, dan 08111824389

Pada laman itu GM juga menegaskan akan tetap memberikan dukungan purna jual, jaminan serta perawatan untuk para pelanggan. Namun, tak ada keterangan ihwal apakah dukungan purna jual tersebut mencakup spare part dan sampai kapan.  

Tak Sesuai Rencana

Sebelumnya, pada Oktober 2019, GM telah menegaskan akan menghentikan penjualan kendaraan di Indonesia pada akhir Maret 2020. Perusahaan akan tetap melayani purnajual untuk produk Chevrolet yang telah dipasarkan di Tanah Air. Presiden GM Asia Tenggara Hector Villarreal mengatakan keputusan tersebut dilakukan setelah meninjau secara komprehensif potensi rencana bisnis GM di Indonesia.

"Secara global, GM mengambil tindakan tegas untuk memfokuskan modal dan sumber daya. Keputusan sulit ini konsisten dengan strategi untuk fokus pada pasar di mana ada jalur yang jelas menuju profitabilitas berkelanjutan," ujarnya.

Alasan utama Chevrolet memilih pamit adalah penjualan yang tidak sesuai dengan rencana bisnisnya. Berdasarkan data Gaikindo dalam beberapa tahun terakhir penjualan Chevrolet terus merosot.

Pada 2016 Chevrolet menawarkan enam varian mobil di Indonesia dengan penjualan sebanyak 1.593 unit. Kontribusi terbesar berasal dari Trax 1.4 LTZ sebanyak 1.535 unit disusul Trax 1.4 LT 35 unit, Captiva 2.0 Dsl AWD 20 unit, dan sisanya varian lain masing-masing laku satu unit.

Memasuki 2017 Chevrolet tumbuh lumayan baik dengan mengantarkan penjualan wholesale sebanyak 3.500 unit dengan  mobil yang ditawarkan ada delapan varian.

Kenaikan penjualan tersebut mengalami penurunan kembali pada  2018. Padahal, ada sembilan mobil yang masuk dalam data Gaikindo, jenis Trax 1.4L masih menjadi tulang punggung penjualan dengan kontribusi sebesar 1,454 unit. Disusul Trailblazer 486 unit, Colorado Crew Cab 2.5 167 unit, Spark 1.4L 146 unit, Orlando 1.8L 134 unit, Captiva 2.0 Dsl 69 unit, Colorado 2.8L High Country (4x4) A/T 51 unit, dan Captiva 2.4 AT 2 unit. Aveo sekali lagi absen dalam menyumbang penjualan.

Pada 2019 penjualan semakin menyusut. Dalam sembilan bulan saja, catatan wholesale Chevrolet hingga Oktober baru menyentuh angka 970 unit. Total produk yang ditawarkan pun berkurang menjadi tujuh unit.

Sumber : Bisnis Indonesia