Pasar Masih Perlu Edukasi soal Kendaraan Listrik

Karyawan melintas di samping unit Stasiun Penyedia Listrik Umum (SPLU) di Gedung Perusahaan Listrik Negara (PLN) Gambir, Jakarta, beberapa waktu lalu. SPLU ini sebagai sarana untuk mengkomodasi kebutuhan listrik masyarakat, serta pencegahan dari maraknya aksi pencurian listrik./ JIBI/Bisnis Indonesia - Felix Jody Kinarwan
12 Februari 2020 08:17 WIB Setyo Aji Harjanto Otomotif Share :

Harianjogja.com, JAKARTA–PT Toyota Astra Motor  bakal fokus mengedukasi pasar terkait dengan kendaraan bermotor listrik. 

Menurut Direktur Marketing PT Toyota Astra Motor (TAM) Anton Jimmy Suwandi, pasar memang perlu diedukasi agar mengerti kelebihan dan keunggulan dari kendaraan bermotor listrik. “Utamanya adalah untuk edukasi pasar atau pelanggan, supaya mengerti kelebihan dan keunggulan nya,” kata Anton kepada Jaringan Informasi Bisnis Indonesia (JIBI), Senin (10/2).

Dia mengatakan TAM akan terus memperkenalan produk mobil listrik seiring dengan aturan pemerintah soal mobil listrik. Pemerintah memang telah mengeluarkan sejumlah aturan terkait mobil listirk.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta misalnya telah memberikan insentif pembebeasan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) terhadap kendaraan bermotor listrik berbasis baterai. Hal itu tertuang dalam Peraturan Gubernur No. 3/2020 tentang Insentif Pajak BBNKB Listrik Berbasis Baterai (BEV) untuk Transportasi Jalan. Selain itu, pemerintah telah menerbitkan Peraturan Presiden (Perpres) No. 55/2019, dan Peraturan Pemerintah (PP) No.73/2019 yang terkait mobil listrik.

Anton juga menyatakan pertumbuhan penjualan kendaraan listrik dan hibrida Toyota mengalami pertumbuhan yang signifikan. Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor (Gaikondo), total penjualan dari pabrik ke dealer (wholesales) mobil listrik/hibrida toyota mencapai 696 unit pada 2019 meningkat 22,2 kali lipat dibanding tahun sebelumnya yang hanya 30 unit.

Jumlah wholesales kendaraan listrik/hibrida dari TAM sendiri lebih tinggi dibandingkan total impor utuh/completely buit unit (CBU) yang berjumlah 653 unit pada 2019. Jumlah tersebut memang belum banyak bila dibandingkan dengan total seluruh kendaraan bermotor yang dijual di Indonesia. “Jumlah belum banyak tetapi ada pertumbuhan yang positif,” ucapnya.

Sumber : Bisnis Indonesia