Proyek Infrastruktur Beragam, Gaikindo Prediksi Pasar Mobil Komersial Membaik

04 Februari 2020 23:27 WIB Dionisio Damara Otomotif Share :

Harianjogja.com, JAKARTA—Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) memprediksi pasar kendaraan komersial pada 2020 membaik. Optimisme ini didasari kondisi sosial politik di Indonesia yang cenderung landai dan banyaknya proyek infrastruktur pada 2020. 

2019 Menjadi periode menantang bagi industri otomotif nasional karena mengalami penurunan penjualan 10,6% dibandingkan tahun sebelumnya. Adapun penjualan kendaraan komersial juga menurun sebesar 18,26% menjadi sekitar 94.000 unit.

Rizwan Alamsjah, Ketua III Gaikindo, mengatakan salah satu faktor dominan penyebab penurunan tersebut adalah agenda politik yang berkepenjangan pada tahun lalu. Sedangkan pada 2020, akan ada pemilihan kepala daerah serentak di 270 daerah pada September. "Namun, dengan adanya berbagai proyek infrastruktur dari pemerintah serta sektor pertambangan dan perkebunan yang berjalan baik, tahun ini [pasar kendaraan komersial] diharapkan dapat lebih baik dari tahun sebelumnya," ujarnya di Jakarta, Selasa (4/2).

Sejak menyentuh rekor penjualan tertinggi pada kisaran 1,2 juta unit pada 2013—2014, industri otomotif dalam negeri belum pernah kembali mencatatkan angka yang sama. Penjualan paling tinggi setelah itu terjadi pada 2018, tetapi hanya 1,15 juta unit.

Sekretaris Jenderal Gaikindo Kukuh Kumara mengatakan penjualan mobil pada 2020 akan membaik dan dapat mencatatkan pertumbuhan minimal 5% dari 2019. "Saat ini kita mulai recovery, tingkat suku bunga rendah, nilai tukar rupiah mulai stabil, dan lainnya. Jadi seharusnya pencapaian tahun ini akan membaik, termasuk performa ekspor,” katanya. 

GIICOMVEC 2020

Pameran otomotif khusus kendaraan komersial Gaikindo Indonesia International Commercial Vehicle Expo (GIICOMVEC) bakal kembali digelar. Ajang dua tahunan tersebut optimistis menargetkan 15.000 pengunjung pada 5-8 Maret 2020 di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta.

Rizwan mengatakan pelaksanaan GIICOMVEC tahun ini akan digelar lebih komprehensif. Pergelaran tersebut juga diklaim mampu membuka potensi baru bagi industri kendaraan komersial Indonesia.

"Keterkaitan antara industri kendaraan komersial dan industri pendukungnya sangat erat dan hampir tidak mungkin dipisahkan. Kehadiran puluhan merek dari industri pendukung dalam GIICOMVEC kami rasa penting dan memberikan benefit untuk para pebisnis," ujarnya.

Hingga saat ini, terdapat 36 agen pemegang merek (APM) yang terdaftar, antara lain Daihatsu, DFSK, Hino, Izuzu, Suzuki, dan Toyota. Sementara itu, industri pendukung yang sudah terdaftar, antara lain Adi Putro dari industri karoseri, Alcoa Wheels, Aspira, Astra Otoparts, Blackvue, BRQ, dan Himawan Putra.

Rizwan menambahkan GIICOMVEC turut mendapatkan dukungan dari sejumlah asosiasi terkait dengan industri kendaraan komersial, seperti Asosiasi Karoseri Indonesia (Askarindo), Asosiasi Logistik Indonesia (ALI), Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo), dan Ikatan Pengusaha Otobus Muda Indonesia (IPOMI). "Kami ingin GIICOMVEC menjadi ajang yang komprehensif yang tidak hanya memamerkan industri kendaraan komersial terkini, tetapi juga sebagai ajang bertemunya pelaku bisnis kendaraan komersial, karoseri, pengusaha truk, logistik, dan lainnya," tuturnya.

Pada GIICOMVEC 2020, pihak penyelenggara menargetkan 15.000 jumlah pengunjung. Jumlah itu meningkat dari total kunjungan pada 2018 yang mencapai 10.607 pengunjung dengan total sekitar 10.000 pembeli.

Sumber : Bisnis Indonesia