Penjualan Turun, Nissan Lakukan Efisiensi Besar-besaran

Mobil listrik Nissan Leaf dipamerkan dalam ajang Tokyo Motor Show 2019 di Tokyo, Jepang, Kamis (24/10/2019). - Reuters/Edgar Su
28 Desember 2019 09:17 WIB Ilman A. Sudarwan Otomotif Share :

Harianjogja.com, JAKARTA — Kebijakan efisiensi besar-besaran dilakukan Nissan Motor Co untuk mengakali penjualan yang menurun dan pendapatan yang menyusut dengan memangkas sejumlah pos beban pengeluaran non esensial.

Dikutip dari Reuters, Jumat (27/12/2019), kebijakan ini akan diberlakukan hingga akhir tahun fiskal berjalan atau sampai Maret 2020. Namun, tak tertutup kemungkinan langkah ini juga tetap dilakukan pada tahun fiskal selanjutnya.

Sumber anomin Reuters menyebutkan bahwa para pegawai di tingkat manajer diminta untuk mengurangi pengeluaran untuk perjalanan, insentif penjualan, dan acara promosi demi melakukan penghematan ini.

Sebagai contoh, keperluan pertemuan yang sebelumnya dihadiri 3-4 orang perwakilan Nissan kini dipangkas menjadi 1 orang saja. Selain itu, pertemuan makan malam akan diganti dengan pertemuan menggunakan konferensi video.

Langkah ini diambil bersamaan dengan keputusan Nissan yang meminta meliburkan karyawannya di Amerika Serikat (AS) pada 2—3 Januari 2020. Nissan juga memberlakukan larangan perjalanan untuk staf mereka di AS seiring dengan penjualan yang menurun tajam di sana.

Pada April 2019, Nissan memulai perubahan untuk menghidupkan kembali kinerja penjualan dan mencetak laba. Namun, ternyata kinerja bisnis memburuk lebih parah dari apa yang diperkirakan sebelumnya oleh pabrikan terbesar kedua di Jepang itu.

Pada kuartal II/2019, Nissan mencatatkan penurunan pendapatan operasional sebesar 70 persen. Hal ini membuat perusahaan memangkas proyeksi penjualannya ke titik terendah dalam 11 tahun terakhir.

Sumber : Bisnis.com