Luncurkan New Baleno di Akhir Tahun, Suzuki Ingin Rebut Hati Konsumen

Suzuki New Baleno - Bisnis/Ilman A. Sudarwan
21 Desember 2019 07:47 WIB Ilman A. Sudarwan Otomotif Share :

Harianjogja.com, JAKARTA – Di akhir tahun 2019, PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) menghadirkan New Baleno  di Indonesia. Mobil ini diharapkan dapat mendongkrak pangsa pasar Suzuki di segmen hatchback atau sedan buntung.

Direktur Pemasaran 4W SIS Donny Saputra mengatakan bahwa saat ini pangsa pasar Baleno mencapai 17,5% dari total pangsa pasar sedan buntung yang saat ini mencapai sekitar 2.500 unit per bulan. Dia mengharapkan penyegaran ini dapat mengangkat pangsa pasar Baleno menjadi 20% pada tahun depan.

Harganya yang relatif murah, hanya sekitar Rp221 juta—Rp233,5 juta, menurut Donny akan menjadi daya saing utama produk ini di pasar. Bahkan, dia menargetkan mobil ini dapat meraup sebagian pangsa pasar konsumen di segmen city car atau mobil perkotaan.

“Kalau dilihat sekarang kan city car harganya sekitar Rp200 jutaan, kalau Baleno harganya Rp221 juta sampai Rp233,5 juta, selisihnya kan sekarang hanya Rp20 juta-an. Jadi kami menawarkan produk yang premium yang value for money, yang sesuai dengan kaidah hatchback, akan tetapi juga bisa dijangkau oleh mereka yang bisa beli city car,” katanya di Jakarta, Jumat (20/12/2019).

Menurutnya, segmen sedan buntung juga memiliki peranan penting dalam strategi pemasaran Suzuki di Indonesia, karena memiliki pangsa pasar perempuan yang cukup besar. Selain itu, segmen ini masih banyak diisi oleh pembeli mobil pertama. Hal ini sangat membantu strategi pengenalan produk Suzuki kepada konsumennya dalam jangka panjang.

Dia menjelaskan bahwa penjualan produk mobil perkotaan Suzuki Ignis turun tajam saat ini. Dari penjualan pada tahun lalu sekitar 1.500 unit per bulan, menjadi hanya 800 unit.

Donny mengharapkan perilisan produk pada akhir tahun ini dapat menjadi modal utama Suzuki untuk mendulang pertumbuhan penjualan pada tahun depan. Dia meyakini, tren penjualan kendaraan akan membaik pada tahun depan, khususnya terdorong oleh performa mobil-mobil penumpang.

Sumber : Bisnis.com