Indonesia Targetkan Ekspor Satu Juta Mobil pada 2025

Deretan mobil Toyota siap dikapalkan di pelabuhan di Tanjung Priok Car Terminal. - JIBI/Bisnis.com
14 Desember 2019 09:47 WIB Andi M. Arief Otomotif Share :

Harianjogja.com, JAKARTA – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) akan mendorong investasi sektor otomotif agar berorientasi ekspor pada tahun depan.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita melalui keterangan tertulis mengatakan bahwa pihaknya menargetkan jumlah ekspor mobil pada 2025 mencapai 1 juta unit dan pada 2035 mencapai 1,75 juta unit. Adapun, ekspor compeletely build up (CBU) mobil pada tahun lalu adalah 264.553 unit.

“Tahun ini ekspor kendaraan CBU ditargetkan mencapai 400.000 unit. Seperti yang ditegaskan oleh presiden, sekarang fokus kerja pemerintah adalah untuk mengurangi impor dan meningkatkan ekspor, serta menambah investasi,” ujarnya melalui keterangan tertulis, Jumat (13/12/2019).

Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mendata ekspor mobil CBU pada Januari—Oktober baru 275.364 unit. Dengan kata lain, industri otomotif nasional masih harus menggenjot distribusi ke pasar global sebanyak 124.636 unit atau 31,15% dari target tahun ini.

Agus menyatakan pihaknya akan terus mengupayakan komitmen prinsipal untuk menjadikan pabrikan lokal sebagai basis produksi berorientasi ekspor. Adapun, Agus menyampaikan Toyota Group akan mengucurkan dana senilai Rp28,3 triliun untuk melakukan ekspansi dan pengembangan produk Toyota, Daihatsu, dan Hino.

“Investasi ini akan direalisasikan dalam periode 5 tahun, yakni 2019—2023 untuk mengembangkan bisnis di Indonesia,” katanya.

Selain Toyota, Agus menyatakan Honda Motor Co, Ltd. akan menanamkan Rp5,1 triliun pada waktu yang sama untuk meningkatkan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) Agus menjelaskan salah satu nilai positif Honda adalah menempatkan pusat penelitian dan pengembangannya di dalam negeri.

Pada kesempatan yang sama, Presiden Joko Widodo berharap sektor otomotif dapat berkontribusi besar dalam menekan defisit neraca pembayaran selama 4 tahun—5 tahun ke depan. Widodo menilai kontribusi dalam menekan defisit neraca pembayaran tersebut dapat membuat industri otomotif lokal menjadi hub produksi.

Seperti diketahui, PT Isuzu Astra Motor Indonesia mulai mengekspor Isuzu Traga pada bulan ini. Widodo menargetkan volume ekspor Isuzu Traga dapat mencapai 6.000 unit pada akhir tahun depan dengan potensi nilai ekspor senilai US$66 juta.

Adapun, negara tujuan ekspor Isuzu Traga saat ini baru ke Filipina. Jokowi berharap negara tujuan ekspor tersebut bertambah hingga 20 negara di sekitar Asia Tenggara, Timur Tengah, Amerika Latin, dan Afrika paling cepat pada 2022—2023.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia