Jago Slalom, Bocah Ini Tak Berani Kemudikan Mobil di Jalan Raya

Muhammad Dafa usai tampil slalom di Lapangan Parkir Maguwoharjo, Sleman, Sabtu (16/11/2019). - Harian Jogja/Sunartono
18 November 2019 10:27 WIB Sunartono Otomotif Share :

Harianjogja.com, SLEMAN--Ribuan pecinta otomotif meramaikan Car Meet Up: Jogjacarta di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Sabtu (16/11/2019) lalu. Gelaran otomotif ini turut menampilkan sejumlah atlet balap nasional. Salah satunya yang mencuri perhatian penonton adalah pebalap slalom yang mengemudikan mobil B 8461 CW. Gaya circle yang memamerkan keahlian mengemudikan mobil dengan berputar membuat lingkaran kecil berkali-kali membuat penonton kagum.

Dia adalah Muhammad Dafa Deri Pratama, saat ini masih duduk di bangku kelas VII SMP Muhammadiyah 7 Kota Jogja. Dafa mulai membalap mobil sejak kelas VI SD, yang pada awalnya terjun di reli. Kemudian menjajal Slalom sejak awal 2018 bersama Jogja Gymkhana Racing Team (JGRT). Dengan bekal kemampuan reli, ia mulai belajar dengan mengemudikan zigzag, kemudian meningkat dengan mengemudi circle atau berputar mengitari suatu titik, hingga berlatih kekuatan serta kecepatan tangan dalam mengendalikan setir dan rem tangan. Dafa rajin melakoni latihan slalom sepekan sekali setiap hari Senin, namun tidak meninggalkan kegiatan sekolahnya.

Meski piawai mengendarai roda empat namun Dafa mengaku tidak berani menyetir mobil di jalan raya. Kebiasaan ngebut baginya hanya berlaku di sirkuit karena belum cukup umur untuk mendapatkan surat izin mengemudi (SIM). "Belum berani kalau di jalan, hanya di sirkuit saja," ucapnya, Sabtu (16/11/2019).

Mewarisi kemampuan sang ayah yang juga pereli, sejumlah prestasi pernah diraih Dafa seperti juara pertama sprint rally kelas F1 di 2018 tingkat DIY. Total ia mengumpulkan sedikitnya 15 medali di berbagai kejuaraan reli. Tak kurang 20 kompetisi slalom pernah diikuti selama di JGRT sejak 2018, dua di antaranya berlaga di slalom seri I Bandung dan seri III Tegal 2019. Aktif di slalom sejak 2018, Dafa telah mengumpulkan tiga medali.

Selama menjadi pebalap baik reli maupun slalom, hanya sekali mengalami kecelakaan saat berlatih di awal 2018. Namun kecelakaan itu tak membuatnya trauma menjadi pebalap. "Waktu itu belok di tikungan, terus mobilnya terbalik, tidak apa-apa [tanpa cedera]," kata pelajar kelahiran 18 Januari 2007 ini.

Pelatih Slalom Febra Budi Satria mengatakan JGRT memiliki lima atlet usia dini yang berbakat di Slalom. Pada awalnya, ia hanya memiliki satu atlet, yaitu Veno Rian Muhammad yang juga anak kandungnya. Selama berlatih di Stadion Maguwoharjo kemudian banyak dilirik pecinta slalom di Jogja hingga kemudian sejumlah anak usia sini bergabung, salah satunya Dafa.

Strategi mendidik anak usia dini dari tidak bisa apa-apa menjadi raja sirkuit slalom sudah digenggam. Febra memberi pendidikan untuk berlatih mengemudikan mobil di sirkuit bukan di jalan raya. Setelah bisa menyetir dengan baik, kemudian diarahkan ke safety riding  selanjutnya secara perlahan diberi pembinaan teknis balap, mulai dari zigzag, membentuk angka delapan hingga circle ke kiri dan circle ke kanan. Semua dijalankan sesuai tahapan.

"Karena pembinaan di usia dini sangat potensial untuk berkembang ke arah atlet profesional. Saat ini sudah ada beberapa yang menjuarai seperti Vino dan Dafa juga sering naik podium. Jogja ini banyak dilirik oleh tim-tim besar," katanya.

Panitia Jogjacarta dari Forum Komunikasi Mobil Ade Saputra mengatakan besarnya potensi otomotif di Jogja. Pihaknya menghadirkan pebalap, freestyle dan puluhan mobil hasil modifikasi. Kegiatan itu sekaligus untuk melombakan 62 berbagai kategori otomotif terutama kontes mobil modifikasi. Ia sepakat, event serupa harus diperbanyak sehingga bisa mewadahi pebalap usia dini dan kreator otomotif untuk menampilkan kemampuan serta karyanya.

"Kami bukan EO, tetapi kami forum komunikasi, kegiatan ini murni untuk silaturahmi, ada kompetisi kecil yang itu bisa menumbuhkan semangat pebalap dan pelaku otomotif, karena bisa tampil," katanya.

Aksi slalom Muhammad Dafa pelajar kelas VII SMP membuat gaya circle, di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Sabtu (16/11/20) (Harian Jogja-Sunartono)