BBNKB Naik, Pelaku Industri DIY Tetap Optimistis

Deretan mobil baru di terminal mobil, di Pelabuhan Tanjung Priok. - JIBI/Nurul Hidayat
15 November 2019 09:22 WIB Herlambang Jati Kusumo Otomotif Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Kenaikan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) di DKI Jakarta dan beberapa provinsi dinilai tidak akan berpengaruh banyak pada penjualan kendaraan bermotor.

General Manager PT Sumber Baru Mobil, yang merupakan main dealer Suzuki untuk wilayah DIY, Kedu, dan Banyumas, Rizki Indriananta mengatakan tidak ada kekhawatiran terkait aturan tersebut, akan berpengaruh pada penjualan di wilayahnya. “Tidak masalah. Kalau semua merek ikut naik, dan sudah regulasi pemerintah. Kami ikut saja. Tidak akan begitu berpengaruh. Tetapi kalau market mungkin iya. Jadi begini, kalau biasanya market all merk di Jogja2.5000, karena ada kenaikan mungkin menjadi 2.100. Tapi kontribusi secara presentase sama saja,” kata Rizki, Rabu (12/11).

Saat ini sendiri dikatakannya, untuk penjualan di wilayahnya sedang mengalami kenaikan cukup signifikan. “Terlebih untuk unit komersial kita, untuk MPV low juga untuk compact hatchback Baleno,” ujarnya.

Dilansir dari Jaringan Informasi Bisnis Indonesia (JIBI), kenaikan tarif bea balik nama kendaraan bermotor di DKI Jakarta menjadi 12,5% dikhawatirkan akan semakin menekan penjualan pada tahun depan di tengah gejolak ekonomi global dan stagnasi pertumbuhan ekonomi. Executive General Manager PT Toyota Astra Motor (TAM) FJatransiscus Soerjopranoto mengatakan BBNKB 2,5% itu tidak tepat untuk dikeluarkan saat ini. Pasalnya, pasar otomotif tengah menghadapi tantangan penurunan penjualan yang cukup dalam.  “Menurut pendapat saya, kenaikan BBNKB sebesar 2,5 persen tidak tepat dilakukan ditengah kelesuan pasar otomotif belakangan ini. Apalagi DKI Jakarta sebagai kontributor penjualan terbesar, di atas 20 persen untuk total pasar otomotif Indonesia dibandingkan provinsi lainnya,” ujarnya.