Pikap Esemka Bima Segera Meluncur, Ini Harganya

Sejumlah mobil pikap terparkir di halaman pabrik mobil Esemka di Sambi, Boyolali, Jawa Tengah - Antara/Aloysius Jarot Nugroho
13 Agustus 2019 20:47 WIB Thomas Mola Otomotif Share :

Harianjogja.com, JAKARTA – Harga Esemka Bima, pikap produksi PT Solo Manufaktur Kreasi (SMK), disebut tidak lebih dari Rp100 juta. Harga itu dinilai kompetitif untuk pasar pikap nasional yang saat ini didominasi beberapa merek otomotif global.

"Harga dia kan targetnya di bawah Rp100 juta, sekitar Rp98 juta. Masih kompetitif sih harga segitu," ujar Wan Fauzi, Ketua Dewan Pengawas Perkumpulan Industri Kecil-Menengah Komponen Otomotif (Pikko), di sela-sela Pameran Industri Komponen Otomotif di Jakarta, Selasa (13/8/2019).

Dia menjelaskan, Pikko telah mengunjungi pabrik SMK di Boyolali, Jawa Tengah dan melihat produk pikap dari dekat. Dia mengatakan bak pikap Bima lebih besar jika dibandingkan dengan produk yang ada di pasaran saat ini.

Pikko, katanya, bakal memasok beberapa komponen untuk mobil Esemka seperti bagian bodi depan pikap, jig untuk peralatan perakitan dan beberapa komponen lainnya.

SMK dan Pikko telah  menyepakati letter of intent (LOI) untuk memasok komponen. Untuk bisa merealisasikan pasokan ke SMK, katanya, kemungkinan baru dilakukan pada enam bulan hingga satu tahun ke depan.

"Sekarang dia produksi dengan yang ada, nanti dilokalkan, di pameran ini kan banyak selain Pikko ada GIAMM. Pikko banyak tier 2 dan 3 dan lokal sehingga mudah diajak kerja sama," ujarnya.

Direktur Utama SMK Eddy Wirajaya mengatakan, perusahaan tengah menyiapkan fasilitas dan produksi untuk model pikap yang diharapkan dapat diluncurkan pada tahun ini.

Eddy mengatakan, saat ini hanya terdapat satu perusahaan yang merakit Esemka yakni, SMK yang berbasis di Boyolali. Pihaknya akan terus berupaya untuk meningkatkan penggunaan konten lokal dengan menggandeng semakin banyak pemasok komponen otomotif dari dalam negeri.

Dia menjelaskan, SMK mengundang pelaku komponen sebagai pemasok untuk kendaraan Esemka. LOI merupakan langkah awal yang akan diikuti oleh letter of agrement (LOA) jika terjadi kesepakatan harga antara kedua belah pihak.

"Kesulitan secara umum industri otomotif kan sama, dari suplier adalah bagian terpenting. Makanya dengan kegiatan ini kami bersyukur diberi kesempatan berpartisipasi," ujarnya.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia