Ayla Gaya Rally Ini Tampil Memukau di Sedulur Daihatsu 2019

Arif Juli Prabowo, peserta Sedulur Daihatsu 2019 dengan mobil Alya modifikasi gaya rally miliknya, di Kompleks Candi Prambanan Yogyakarta Sabtu (3/8/2019). - Harian Jogja/Sunartono.
03 Agustus 2019 17:57 WIB Sunartono Otomotif Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Sedikitnya 3.000 unit mobil Daihatsu berbagai tahun berkumpul dalam acara Sedulur Daihatsu 2019, di Kompleks Candi Prambanan Yogyakarta Sabtu (3/8/2019). Sejumlah kendaraan yang dimodifikasi sedemikian rupa pun banyak bermunculan dari berbagai kota di Indonesia.

Salah satunya yang cukup memukau pengunjung adalah Daihatsu Ayla bernopol AG 1718 QQ milik Arif Juli Prabowo warga Kota Blitar, Jawa Timur. Mobil tipe low cost green car (LCGC) ini dimodifikasi menjadi mobil sport yang siap untuk dipakai rally. Drag x bar di bagian belakang mobil membuat terlihat kokoh dan siap bermanuver darat dengan kecepatan tinggi.

Meski pun dengan konsep sederhana, namun tampak bisa tampil keren maksimal. Dari kulit luar Arif merenovasi mobilnya dengan cutting sticker antara varian warna merah, putih dan hitam. Ketiga warna itu menjadi dominasi di setiap lekukan tubuh si Ayla. “Ini Ayla tipe M, saya modifikasi jadi sport, merubah bemper, body kit, daleman mesin dan interior,” terangnya Sabtu (3/8/2019).

Kedua pintunya pun tak lagi normal, ia merombaknya menjadi seperti Lamborghini, yaitu model gullwing yang cara membukanya lebih dominan di dorong ke atas, bukan di tarik seperti sebagian besar kendaraan roda empat lain. “Engsel aslinya dilepas, kemudian saya buat engsel sendiri dari plat, bentuknya sepertI huruf Y, atau biasa disebut universal,” ujarnya.

Soal mesin pun tak bisa diremehkan dengan status 1.000 cc, namun telah swap engine atau metode penukaran mesin untuk menaikkan performa mesin. Sehingga kemampuan melesatnya setara dengan 1.200 cc. Kemampuan melajunya sekitar 11 detik per 100 meter. Sedangkan interiornya lebih didominasi Sparco terutama pada jok dan Momo di stir yang bisa dilepas kapan saja.

Arif memodifikasi mobilnya tidak dalam waktu singkat, butuh sekitar 2,5 tahun. Duit yang ia keluarkan pun tak bisa ia hitung secara pasti, namun ditaksirnya, minimal Rp70 juta sudah dikeluarkan demi memoles si Ayla. Memodifikasi mobil baginya memiliki kepuasan tersendiri. Selain itu, karena memiliki bengkel jadi ia mudah untuk menjalankan setiap konsep di otaknya. Di acara Sedulur Daihatsu 2019, ia datang bersama keluarga.

Ayla milik Arif tergabung di Daihatsu Ayla Indonesia (DAI). Sejumlah prestasi pernah diraih Ayla milik Arif di berbagai kontes adu keren mobil di tanah air. Salah satunya di ajang bergengsi Otosport Creative Community (OCC) di Surabaya serta Djarum Black dan sejumlah kontes lainnya. Rute terjauh yang pernah diikuti di berbagai event adalah di Bali dan Lombok. “Hampir selalu menang di kategori the best rally mode,” katanya.

Chief Executive PT Astra International –Daihatsu Sales Operation Supranoto mengakui pentingnya mengadakan kegiatan mempertemukan pemilik mobil Daihatsu. Meski pun, komunitas tidak terlalu berpengaruh terhadap penjualan unit merek Daihatsu, namun melalui kopdar ia bisa mengenalkan berbagai macam produknya.

“Selain itu, melalui kegiatan ini kami bisa menangkap minat masyarakat dan meminta masukan untuk perbaikan produk. Mereka [komunitas] bisa mengenal brand kami, kemudian diinformasikan ke keluarga masing-masing,” ucapnya.

Domestic Marketing Division Head PT Astra Daihatsu Motor Rudy Ardiman menambahkan, total ada 3.000 mobil yang berkumpul di kompleks Candi Prambanan. Mulai dari komunitas Taruna, Zebra, Hi-jet, Ceria, Taft, Charade, Classy, Feroza dan lain-lain. Sedulur Daihatsu dinilai cocok untuk mengeratkan kekeluargaan dan berbagi informasi tentang kendaraan masing-masing.

“Sebagai ajang silaturahmi, kopdar komunitas, sedulur ini  memiliki makna yang bersifat saling membantu dan saling mengingatkan,” katanya.