Selama Menanti Realisasi Kendaraan Listrik, Isu Ini Tak Kalah Menarik

Seminar bertajuk Future Power Train Technology Scenario digelar di GIIAS 2019, Tangerang, Kamis (25/7/2019). - Bisnis - Aprianus Doni Tolok
26 Juli 2019 11:22 WIB Aprianus Doni Tolok Otomotif Share :

Harianjogja.com, TANGERANG–Bahan bakar ramah lingkungan, Biofuel, dapat menjadi alternatif mengembangkan listrik sebagai tenaga penggerak kendaraan. Apalagi Indonesia memiliki keunggulan di bidang biofuel.

Indonesia dan negara-negara Asean lainnya memiliki kekuatan untuk mengembangkan biofuel karena secara geografis memungkinkan. Iman K. Reksowardojo, Head of Combustion Engines & Propulsion System Lab. Institut Teknologi Listrik (ITB), mengatakan bahwa letak Indonesia dilalui di garis katulistiwa sehingga cukup mendapat sinar matahari yang membuat tanaman tumbuh subur. "Biofuel berasal dari minyak nabati atau dari tanaman. Biodiesel dari sawit ternyata yang paling bagus dan Indonesia kaya akan sawit," ujarnya dalam seminar bertajuk Future Power Train Technology Scenario yang digelar di GIIAS 2019, Tangerang, Kamis (25/7/2019).

Iman menilai Indonesia harus memanfaatkan kelebihan ini sambil mengarah ke pemanfaatan energi listrik sebagai penggerak mesin kendaraan.

Agus Purwadi, Peneliti dari Institut Teknologi Bandung, menilai perubahan dari pemanfaatan bahan bakar fosil ke tenaga listrik tidak bisa instan. "Indonesia membutuhkan pengembangan banyak jenis kendaraan listrik untuk mempercepat pengembangannya. Tujuannya untuk mengurangi defisit energi kita," katanya. 

Selain itu, perlu edukasi sumber daya manusia agar siap menghadapi teknologi terkait elektrifikasi di industri otomotif. Dia juga mengapresiasi para produsen karena mulai menerapkan teknologi listrik ke kendaraan serbaguna dan SUV (sport utility vehicle) yang menjadi kendaraan paling populer di Indonesia.

Selain itu, pemanfaatan teknologi serupa pada moda transportasi massal juga sudah dilakukan sehingga percepatan pada pemanfaatan teknologi listrik pun semakin maksimal. Sementara itu, peta jalan industri otomotif yang telah disusun para stakeholder di Indonesia menggunakan ketahanan energi, efisiensi bahan bakar, dan produksi lokal sebagai pondasinya. "Ke depannya Indonesia harus menjadi trendsetter baik di kendaraan listrik dan biofuel," ujar Putu Juli Ardika Putu Juli Ardika Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi, dan Alat Pertahanan, Kementerian Perindustrian.