Mercedes-Benz Rilis Van, Bagaimana Prospeknya?

Pengunjung mengamati mobil Marcedes-Benz Sprinter 315 CDI A2 di salah satu pusat perbelanjaan di Jakarta, Senin (24 - 6).
26 Juni 2019 07:22 WIB Fatkhul Maskur Otomotif Share :

 Harianjogja.com, JAKARTA—Kondisi infrastruktur yang membaik memberikan celah bagi dunia otomotif untuk berkembang. Situasi ini diamini Marcedes-Benz saat merilis Sprinter 315 CDI A2 dan Sprinter 315 CDI A3. 

"Pembangunan tol baik di Jawa maupun luar Jawa dan sejumlah jalur jalan nasional yang telah selesai dan mulai dioperasikan akan mendorong pasar mobil van di Indonesia lebih baik, termasuk untuk penjualan produk kami," kata Departement Manager Van Sales Operations PT Marcedes-Benz Distribution Indonesia, Aldo Andityra Rais di Jakarta, Senin (24/6).

Penyedia jasa transportasi kelas premium, menurut Aldo, menjadi pelanggan loyal Marcedes-Benz untuk produk mobil van. "Semakin baiknya kondisi infrastruktur, [kami] harapkan membuat bisnis premium transporter semakin baik dan berdampak pada penjualan seri Sprinter kami," kata dia.

Mercedes menggadang-gadang seri Sprinter 315 CDI A2 dan Sprinter 315 CDI A3 itu sebagai pemimpin pasar mobil van kelas menengah atas. Kedua seri mobil yang diklaim sebagai mobil van paling jangkung se-Indonesia tersebut merupakan unit completely built up (CBU). "Seri A2 dan A3 ini kami datangkan langsung dari kota Dusseldorf, Jerman," kata Aldo.

Dengan tinggi ruangan penumpang mencapai 1,9 meter, lebar 1,9 meter, dan panjang 5,9-6,9 meter, lanjut Aldo, kedua seri mobil van tersebut memberikan ruang yang luas dengan kapasitas penumpang maksimal 12 orang.

Selain mengincar fleet market seperti travel, kendaraan medis, dan kendaraan pemerintahan, Mercedes-Benz juga mengincar pasar privat use di kota-kota besar Indonesia dengan produk khusus yang mengganti desain interior. "Pembeli bisa mengubah bagian kabin penumpang mobil seri Sprinter A2 dan A3 ini sesuai dengan selera mereka," kata Aldo.

Aldo menambahkan ada pelanggan yang mendesain bagian kabin penumpang mobil van yang mengusung mesin 2.143 cc itu dengan diberi kursi sofa, tempat tidur, toilet, dan sejumlah penunjang kenyamanan lainnya.

Kedua seri mobil van tersebut dibanderol seharga Rp816 juta hingga Rp860 juta per unit mobil tanpa interior bagian belakang atau tanpa kabin belakang mobil. "Untuk customize bagian interior kabin belakang, harganya disesuaikan fasilitas apa saja yang akan dipasang," kata Aldo.

Untuk layanan pemesanan khusus interior kabin belakang mobil seri Sprinter A2 dan A3 itu, Marcedes-Benz mempercayakannya pada perusahaan rekanan mereka, BAV Auto Design dan Baze Luxury Bus. "Untuk pasar Indonesia, kedua seri mobil Sprinter itu tersedia dalam sistem transmisi manual saja," kata Aldo.

Marcedes-Benz juga menjamin keamanan dan kenyamanan produk mereka dengan fitur teknologi electronic stability program yang mengatur keamanan dan kestabilan kedua seri mobil van tersebut melalui sistem komputerisasi.

"Selain itu, sistem keamanan dan kenyamanan kedua seri mobil itu juga disokong oleh fitur crosswind assist yang menahan tekanan angin dari samping sehingga mobil stabil saat melaju di lokasi-lokasi tertentu yang berangin kencang," kata Aldo.

Sumber : Bisnis Indonesia