Tak Perlu Tunggu Perpres, PT MAB Segera Produksi Mobil Listrik

Bus listrik PT MAB dengan livery Transjakarta dipamerkan dalam arena Busworld South East Asia di Kemayoran, Jakarta, Rabu (20/3/2019). - Ist/Suara.com.
21 Maret 2019 08:27 WIB Newswire Otomotif Share :

Harianjogja.com, JAKARTA--PT Mobil Anak Bangsa (MAB) akan segera memproduksi dan menjual bus listrik di Indonesia tanpa perlu menunggu disahkannya Peraturan Presiden tentang mobil listrik.

Manajer Pengembangan Bisnis PT MAB, Pujonggo Prabowo, mengatakan pihaknya kini sudah siap memproduksi bus listrik, meski Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati baru-baru ini mengatakan bahwa regulasi terkait mobil listrik akan berlaku di 2021.

Keterangan Prabowo berbeda dari ucapan Moeldoko, pendiri PT MAB, pada 2018 silam. Ketika itu Moeldoko, mantan panglima TNI dan yang kini menjabat sebagai Kepala Staf Kepresidenan, mengatakan PT MAB menunggu disahkannya perpres mobil listrik sebelum mulai berproduksi.

"Kami sudah siap produksi. Tak perlu menunggu regulasi. Kalau kami mulai dari sekarang, secara industri kami akan lebih siap," kata Prabowo Rabu (20/3/2019).

"Apalagi masalah pencemaran udara di kota besar seperti Jakarta sudah sangat mendesak," lanjut dia.

Bus listrik PT MAB dengan livery Transjakarta dipamerkan dalam arena Busworld South East Asia di Kemayoran, Jakarta, Rabu (20/3/2019). [Suara.com/Manuel Jeghesta Nainggolan]

Prabowo mengatakan bahwa PT MAB akan meneken nota kesepahaman dengan PT Transjakarta pada Kamis (21/3/2019). Dalam nota itu akan dibicarakan tentang rencana uji coba pengoperasian bus listrik MAB oleh PT Transjakarta.

Pada pekan ini bus listrik MAB yang sudah dihiasi livery PT Transjakarta sudah dipamerkan di arena Busworld South East Asia di Kemayoran, Jakarta. Ditemui di arena pameran, Direktur Utama Transjakarta, Agung Wicaksono, mengamini pendapat Prabowo. Ia mengatakan bahwa Provinsi DKI Jakarta saat ini ingin mulai memperkenalkan transportasi berbasis listrik.

"Dunia sekarang ini menuju kendaraan listrik, jadi visi Pak Gubernur minta bahwa kita bisa ke sana. Selain itu kita juga ingin tunjukkan bahwa bus listrik itu ada. Itu masa depan," ujar Agung.

Jakarta sendiri sudah boleh dibilang parah terkait pencemaran udara. Sebuah studi terbaru Greenpeace menunjukkan bahwa Jakarta adalah kota dengan polusi udara tertinggi di Asia Tenggara.

PT MAB sudah memiliki dua purwarupa bus listrik. Purwarupa yang terakhir yang kini dipamerkan di Kemayoran. Sementara purwarupa ketiga, yang merupakan pengembangan dari purwarupa kedua direncanakan rampung dibangun Maret ini.

Purwarupa bus listrik ketiga MAB ini, jelas Prabowo, bobotnya lebih ringan.  "Kapasitas baterainya sama. Tetapi, teorinya, kalau bobot lebih ringan maka akan lebih efisien. Jarak yang ditempuh juga lebih jauh," jelas dia.

Sayang Prabowo menolak merinci lebih jauh soal purwarupa bus listrik ketiga MAB itu. Purwarupa kedua bus listrik PT MAB ditenagai 12 buah baterai. Listrik dari baterai disalurkan ke empat komponen, yakni motor listrik, rem, power steering, dan sistem pendingin.

Motor listrik di dalam bus ini diklaim bisa menyemburkan tenaga 268 horsepower dengan kecepatan maksimal 70 kilometer per jam. Jika baterainya diisi penuh, bus listrik ini bisa menjangkau jarak 300 kilometer. Untuk mengisi penuh baterai, bus listrik PT MAB membutuhkan waktu kurang lebih tiga jam.

Sumber : Suara.com