Siswa SMK Kesehatan Binatama Belajar Jurnalistik dan Safety Riding

Pelatihan Jurnalistik dan Safety Riding di SMK Kesehatan Binatama, Jumat (1/2/2019). - Harian Jogja/Yogi Anugrah
02 Februari 2019 12:25 WIB Yogi Anugrah Otomotif Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Yamaha bekerja sama dengan Harian Jogja menggelar Goes To School Pelatihan Jurnalistik dan Safety Riding di SMK Kesehatan Binatama, Sleman, pada Jumat (1/2/2019). Acara yang dimulai sejak pukul 11.30 WIB ini diikuti puluhan siswa dan siswi SMK Kesehatan Binatama.

Menurut Pemateri dari Yamaha, Herdyan Trikuncoro, kegiatan ini bertujuan sebagai pengenalan safety riding terhadap pelajar yang berfokus pada keselamatan riding pribadi atau single. Sebab, kata dia, sepeda motor merupakan alat transportasi paling populer sekaligus paling beresiko mengalami kecelakaan

“80 persen kecelakaan itu disebabkan oleh faktor pengendaranya, sisanya baru oleh faktor lainnya,” ujar dia.

Oleh karena itu, kata dia, penting untuk memberikan pemahaman kepada para pelajar mengenai safety riding. Selain itu, ia juga memberikan materi tentang etika berkendara yang baik dan aman di kalangan pelajar.

“Kami juga membekali para pelajar dengan informasi-informasi mulai dari pakaian yang aman digunakan dalam berkendara, pemakaian helm yang benar, hingga tips-tips mengecek kendaraan sebelum berkendara,” ujar dia.

Dalam kegiatan tersebut, juga diberikan pelatihan jurnalistik oleh Mediani Dyah Natalia, redaktur Harian Jogja. Ia menjelaskan tentang media massa dan cara penulisan berita yang harus memperhatikan unsur 5w+1h, yaitu what, when, who, where, why, dan how.

Selain itu, ia juga berpesan di era yang serba online ini, agar semua orang harus semakin bijak dalam menerima informasi atau berita yang ada di media sosial, harus mengecek kebenarannya terlebih dahulu, agar tidak menjadi korban berita hoaks ataupun menjadi orang yang menyebarkan berita hoaks.

“Sekarang penyebar hoaks juga bisa dituntut menggunakan undang-undang dan sangat mudah dilacak oleh pihak berwajib, oleh karena itu, harus hati-hati dan mengecek sebuah informasi dan berita sebelum menyebarkannya,” kata dia.