Penjualan Mobil di DIY Diprediksi Naik, Tahun Ini 19.000 Unit

Dua produk andalan Suzuki untuk penjualan di DIY, Kedu, dan Banyumas yakni Carry dan Ertiga. Foto diambil di PT Sumber Baru Mobil, Selasa (15/1/2019). - Harian Jogja/Kusnul Isti Qomah
16 Januari 2019 06:17 WIB Kusnul Isti Qomah Otomotif Share :

Harianjogja.com, JOGJA-- Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) memprediksi penjualan mobil secara nasional masih sama seperti target 2018 yakni 1,1 juta unit. Stagnasi target penjualan itu lantaran ada beberapa dasar pertimbangan. Namun, untuk penjualan mobil di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) tahun ini diprediksi mencapai 19.000 hingga 20.000 unit.

Ketua I Gaikindo Jongkie D Sugiarto mengatakan secara nasional tak adanya kenaikan target tersebut karena pihaknya masih mempertimbangkan banyak pengaruh dalam perekonomian Indonesia. Itu mulai dari pertumbuhan ekonomi Indonesia yang cenderung stagnan dan suku bunga acuan yang berisiko naik.

"Kalau tipe mobil yang menjadi primadona dalam pasar mobil saat ini adalah mobil dengan harga hingga Rp200 juta. Biasanya, pemain dalam kelas ini adalah mobil low multi purpose vehicle [MVP] atau LCGC [Low Cost Green Car]," ujar dia ketika dihubungi Harian Jogja, Selasa (15/1).

Sekretaris Umum Gaikindo Kukuh Kumara menambahkan hal yang mendasari penetapan target yang sama dengan tahun lalu yakni kondisi ekonomi dunia yang dipengaruhi perang dagang antara Amerika Serikat dan Tiongkok. Hal itu berdampak pada volatilitas nilai tukar rupiah yang berpengaruh pada daya beli masyarakat.

Namun, ada aspek positif yang tidak bisa diabaikan yaitu kondisi inflasi yang terjaga relatif rendah yakni 3,13%. Selain itu, pembangunan proyek infrastruktur masih berjalan dan bergerak seperti pembangunan bandara baru di Kulonprogo, DIY yang diharapkan akan beroperasi tahun ini.

"Jadi, diharapkan akan ada pertumbuhan ekonomi sehingga di daerah akan tumbuh permintaan itu," ujar dia ketika dihubungi Harian Jogja.

Kukuh mengungkapkan kondisi pasar otomotif di DIY cukup bagus. Pada 2017, peringkat bisnis otomotif DIY mampu meningkat menjadi peringkat 12. "Naik dari peringkat 15. Tapi, untuk data terbaru [2018], saya belum punya," jelas dia.

Sementara itu, penjualan mobil di DIY pada 2017 sekitar 18.000. Ia berharap, penjualan mobil di DIY untuk 2019 bisa mencapai 19.000 hingga 20.000 unit dengan volume pertumbuhan penjualan secara nasional 1,8% hingga 1,9%.